Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
AGUS WAHYUDI
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama AGUS WAHYUDI adalah seorang yang berprofesi sebagai Jurnalis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Cerita Haji, Keimanan, dan Ketulusan

Kompas.com, 22 Mei 2025, 13:49 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ada yang begitu isitimewa pada momen haji tahun ini: ahabat sekaligus kolega yang saya hormati, Afifun Nidlom, mendapat kesempatan yang sangat langka dan berharga untuk menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Tahun ini berasa begitu istimewa bagi saya. Seorang sahabat sekaligus kolega yang saya hormati, Afifun Nidlom, mendapat kesempatan yang sangat langka dan berharga: menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekkah.

Namun, yang membuat saya semakin bangga adalah karena kepergiannya tidak semata-mata sebagai jamaah haji biasa. Dia berangkat sebagai bagian dari tim Media Center Haji (MCH), setelah berhasil lolos dalam seleksi nasional yang cukup ketat.

Nidlom mewakili Majelistabligh.id, media resmi milik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur.

Saya mengenal Nidlom sebagai sosok yang bersahaja namun penuh semangat dalam berdakwah.

Dia adalah dosen di Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), sekaligus seorang mubaligh Muhammadiyah yang aktif.

Jadwal ceramahnya padat, bahkan seringkali harus dibadal oleh rekan-rekannya karena banyaknya undangan dari berbagai tempat.

Meski demikian, Nidlom tetap menunjukkan komitmen tinggi, baik sebagai pendidik maupun pewarta dakwah.

Saya berinteraksi intens dengannya selama di Tanah Suci. Setiap hari, ia mengirimkan 5 hingga 6 berita seputar cerita haji dari lapangan.

Berita-berita itu meliputi banyak aspek: dari logistik, penginapan, transportasi jamaah, hingga dinamika pelayanan yang dilakukan oleh petugas.

Tapi yang paling menarik bagi saya adalah narasi-narasi sisi lain dari ibadah haji, kisah-kisah yang tidak masuk headline, namun menyimpan kekuatan emosi dan spiritual yang mendalam.

Sebelum dia berangkat, saya sempat menyampaikan pesan khusus: "Tolong carikan dan tuliskan sisi-sisi lain dari aktivitas haji. Cerita-cerita kecil yang menyentuh, yang tidak semua orang bisa lihat atau rasakan."

Saya mendorongnya untuk mencari kisah-kisah itu, bukan tanpa alasan. Saya memiliki niat besar untuk menghimpunnya dalam sebuah buku. Biar ada jejak literasi. Agar pengalaman itu tidak hanya berhenti di layar gawai, tapi bisa diabadikan, dibaca kembali, dinikmati, dan dibagikan kepada keluarga, teman, dan seluruh lapisan masyarakat.

Dan Nidlom menunaikan titipan itu dengan sungguh-sungguh. Salah satu kisah yang membuat saya terdiam adalah tentang seorang jamaah perempuan yang telah berusia lebih dari 80 tahun. 

Meski tubuhnya telah lemah dimakan usia, ia menolak naik mobil golf yang disediakan petugas, dan memilih berjalan kaki menuju paviliun "keong"---area tunggu sebelum dipulangkan ke hotel. Ada kekuatan tekad dan cinta pada ibadah yang terpancar dari langkah-langkah kecilnya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Batu Angus, Jejak Lava dan Cerita Gunung Gamalama
Batu Angus, Jejak Lava dan Cerita Gunung Gamalama
Kata Netizen
Menyusuri Jepara Lewat Tiga Sajian Khas Daerah
Menyusuri Jepara Lewat Tiga Sajian Khas Daerah
Kata Netizen
Buah-buahan Tropis, Kekayaan yang Sering Kita Lupakan
Buah-buahan Tropis, Kekayaan yang Sering Kita Lupakan
Kata Netizen
Mengapa Saya Tidak Pernah Membalas Pesan 'P'
Mengapa Saya Tidak Pernah Membalas Pesan "P"
Kata Netizen
Menanam dari Biji, Memanen Kebahagiaan Bersama Keluarga
Menanam dari Biji, Memanen Kebahagiaan Bersama Keluarga
Kata Netizen
Pacaran dengan AI Itu Nyaman, tetapi Benarkah Sehat?
Pacaran dengan AI Itu Nyaman, tetapi Benarkah Sehat?
Kata Netizen
Ketika “Ikan Pembersih” Mengancam Ekosistem Sungai
Ketika “Ikan Pembersih” Mengancam Ekosistem Sungai
Kata Netizen
Kukusan, Pilihan Sederhana di Tengah Dominasi Gorengan
Kukusan, Pilihan Sederhana di Tengah Dominasi Gorengan
Kata Netizen
Kembali ke DPRD atau Memperbaiki Demokrasi?
Kembali ke DPRD atau Memperbaiki Demokrasi?
Kata Netizen
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Kata Netizen
'Mata Industri', Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
"Mata Industri", Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
Kata Netizen
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Kata Netizen
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
Kata Netizen
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Kata Netizen
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau