Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Junjung Widagdo
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Junjung Widagdo adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Jelang Bagikan Rapor, Wali Murid Boleh Beri Hadiah?

Kompas.com, 5 Juni 2025, 15:23 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Apalagi jika orang tuanya termasuk yang kerap mengirimkan hadiah. Maka penilaian pun rawan menjadi bias, tidak lagi murni mencerminkan proses belajar anak, melainkan bercampur dengan rasa sungkan atau balas budi yang seharusnya tak perlu ada.

Saya jujur merasakannya. Dan di saat itulah saya sadar, menjaga integritas dalam menilai bukan hanya soal ketegasan, tapi juga soal kekuatan hati untuk menolak campur tangan rasa.

Saya pun adalah orang tua murid. Saya mengerti betul naluri ingin menyenangkan guru-guru anak kita.

Namun, justru karena saya tahu risikonya, saya melarang keras istri saya untuk memberikan hadiah apa pun kepada guru-guru anak kami. 

Bukan karena kami pelit, tapi karena kami tidak ingin kebiasaan ini tumbuh menjadi budaya yang membingungkan batas antara penghormatan dan manipulasi.

Di grup orang tua siswa, saya kerap menyimak percakapan yang nyaris seragam tiap kali tahun ajaran berganti atau hari raya mendekat.

Selalu saja ada yang mengusulkan untuk "sum-suman", mengumpulkan uang untuk memberikan bingkisan kepada wali kelas.

Dari 30 orang tua dalam grup itu, hampir 99 persen menyetujui. Saya, tentu saja, sempat keberatan. Tapi akhirnya, saya dan istri ikut juga.

Kami tak ingin anak kami jadi satu-satunya yang orang tuanya tidak ikut patungan, lalu diperlakukan berbeda. Ini bukan tuduhan, ini ketakutan yang wajar.

Padahal, dari sudut pandang saya sebagai guru, praktik seperti ini sungguh mengganggu. Bukan hanya soal etika, tapi juga soal kepantasan dan profesionalitas kami sebagai pendidik. 

Jika ditanya, sebagian besar orang tua akan menjawab, “Ini hanya bentuk terima kasih kami kepada guru.” Saya pun paham itu.

Jika saya jujur dengan diri sendiri, dengan hati saya sebagai orang tua yang juga pernah memberikan hadiah kepada guru anak saya, saya tak bisa menyangkal bahwa selalu ada harapan yang disisipkan. 

Harapan agar anak kita diistimewakan. Harapan agar guru memandang anak kita lebih ramah, lebih sabar, atau lebih lunak dalam menilai.

Saya bersyukur ditakdirkan berada di dua posisi sekaligus, sebagai guru dan sebagai orang tua murid. Maka saya bisa merasakan keduanya secara utuh. Saya tahu rasanya menjadi guru yang menerima hadiah, dan saya tahu persis isi hati orang tua saat memberikan hadiah itu.

Dan dari kedua peran itu, saya tiba pada satu kesimpulan yang tak mudah, tetapi perlu disuarakan, bahwa kebiasaan memberi hadiah kepada guru, betapa pun niatnya baik, adalah tindakan yang mengganggu integritas dan profesionalitas kami dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. 

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Sepiring Lauk Warteg dan Rindu yang Tak Pernah Usai dari Masakan Ibu
Kata Netizen
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Menimbang Perjodohan, antara Restu, Ragu, dan Rasa
Kata Netizen
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Hubungan Autophagy dengan Puasa
Kata Netizen
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kakak adalah Buku Kehidupan bagi Si Bungsu
Kata Netizen
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Ketika Cinta Jadi Konten, Menimbang Ulang Romantisme di Media Sosial
Kata Netizen
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Antara Daun Talas, Ikan, Air Tawar, dan Ekosistem
Kata Netizen
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Dari Buku Harian ke Linimasa, Pergeseran Cara Kita Berbagi
Kata Netizen
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Makna Hadir untuk Anak: Bukan Soal Waktu, tetapi Rasa
Kata Netizen
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Hemat yang Keliru dan Pelajaran tentang Kualitas
Kata Netizen
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Filosofi Bayam Brazil: Menanam Sekali, Memanen Berulang Kali
Kata Netizen
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Buku Perang Dunia, Ketika Anak Memilih Bacaan yang Tak Terduga
Kata Netizen
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Ketika Ulangan Lisan Kembali Menjadi Pilihan
Kata Netizen
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
People Pleaser yang Sulit Berkata Tidak
Kata Netizen
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Gentengisasi, Atap Rumah, dan Tantangan Geografis Indonesia
Kata Netizen
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
SEAblings dan Etika di Balik Panggung Konser
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau