Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Budi Susilo
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kini Naik Bus dari Bogor ke Jakarta Kurang dari "Goceng"

Kompas.com, 14 Juni 2025, 14:38 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Menyusuri Kawasan Melawai hingga kembali ke Terminal Blok M adalah menemui beragam pemandangan menarik.

Setelah membeli barang-barang tidak penting, tapi berharga bagi saya, satu tujuan adalah tempat makan siang. Terpilihlah sebuah restoran yang ramai. Tulisan di atasnya, The Misoa.

Dari menu saya memilih paket Double Combo, berisi makanan misoa original dan Iced Longan tea.

Misoa disebut juga sebagai mi gelas, berbentuk tipis dan terbuat dari tepung gandum. Berbeda dengan bihun (terbuat dari tepung beras) dan soun/mi kaca (dari pati kacang hijau, tapioka, atau ubi jalar).

Semangkuk hidangan berkuah terdiri dari misoa, pak coy, daging sapi sliced, irisan tofu (olahan sari kedelai seperti tahu), potongan jamur shiitake. 

Restoran ini mengutip Pajak Hotel dan Restoran (dulu PB1) 10%. Tidak memungut biaya service. Takada pelayanan ekstra. Server hanya mengantar pesanan dan clear up (membersihkan meja).

Pembeli memesan makanan/minuman dan membayar langsung di konter/kasir. Bawang putih goreng, rajangan daun bawang, acar lobak, sambal, dan kondimen lainnya serta sendok garpu dan sumpit ambil sendiri di satu station

Bagaimana rasanya? Saya belum pernah menyantap misoa kuah seperti ini. Pernah coba mengolahnya sendiri dan saya hanya menemukan masakan gagal. Rasa tidak karu-karuan.

Sesendok kuah misua, eh misoa original menghadirkan pengalaman rasa baru pada indra perasa. Mengesankan. Kombinasi bumbu dan saus, entah terdiri dari apa saja, membentuk cita rasa gurih yang lembut sekaligus menyegarkan.

Rasa makin kaya setelah ditambahkan bawang goreng, acar, daun bawang, sambal. Maka, makin tidak mudah menggambarkan bagaimana tanggapan indra tertang sentuhan rasa itu. 

Pastinya, tidak ada lagi barang tersisa di dasar mangkuk logam, kecuali beberapa tetes kuah yang tak sempat terangkat oleh sendok.

Setelahnya, saya berkeliling Blok M. Mengincar tempat kuliner atau ngopi yang sekiranya menjadi tujuan pada kesempatan berikutnya. Tak terasa azan Asar memanggil. Saya menyelesaian kewajiban di musala dekat kios-kios buku bekas di Blok M Square.

Sebelum turun ke basement, saya melirik sekilas sebuh kios kopi di Ground Floor. Kecil, tapi tampak beragam pilihan biji kopi dalam stoples beling. Baru soft opening. Sepertinya baru buka. Ini akan menjadi target berikutnya.

Sekarang kembali ke Terminal Blok M Jalur 5. Naik TransJakarta (atau TransJabodetabek?) P11 untuk pulang ke Kota Bogor. Bus pulang lebih penuh dibanding berangkatnya. Tidak mampu berebut tempat duduk, maka saya berdiri. Setelah bus menurunkan penumpang di Citeureup, barulah bisa duduk.

Petualangan Sabtu yang menyenangkan, kendati sedikit melelahkan. Perjalanan TransJakarta satu trip sekitar 1,5 jam dan berjalan kaki di sekitar Blok M dan Melawai lumayan mengambil tenaga, meski imbalannya lebih bagus, yaitu pengalaman baru yang menyenangkan.

Lantas, berapa ongkos dari Kota Bogor ke Jakarta? Hanya Rp3.500 sekali perjalanan. Lebih murah dibanding tarif angkot Kota Bogor yang Rp4.000 sekali jalan.

Tarif TransJakarta P11 Blok M-Bogor Rp3.500 berlaku dari pukul 07.00 sampai 22.00 WIB. Pada pukul 05.00-07.00 WIB berlaku tarif Rp2.000 sekali jalan. Bus berangkat setiap hari dengan frekuensi kedatangan (headway) 15 menit sekali.

Dengan adanya tranportasi tarif terjangkau, bisa saja saya main ke Jakarta. Sekadar ngopi di sekitaran Blok M Jakarta Selatan, sambil cari inpirasi menulis.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Ongkos Bus Bogor Jakarta Kurang dari Goceng"

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Mengapa Waktu Mengubah Nilai Uang Kita?
Kata Netizen
'Mata Industri', Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
"Mata Industri", Sikap Sering Lebih Berharga dari Angka
Kata Netizen
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Self-Reward Gen Z, antara Kebutuhan Mental dan Risiko Finansial
Kata Netizen
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
MBG, Guru, dan Persoalan Sisa Makanan
Kata Netizen
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Menjadi Ayah Hemat Beda dengan Ayah Pelit
Kata Netizen
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Jumlah Penonton dan Antusiasme: Membaca Ulang Kesuksesan Film Kita
Kata Netizen
Urban Farming, Harapan Baru Pangan Berkelanjutan
Urban Farming, Harapan Baru Pangan Berkelanjutan
Kata Netizen
Membaca KUHP Baru dari Sudut Profesi Dokter Hewan
Membaca KUHP Baru dari Sudut Profesi Dokter Hewan
Kata Netizen
Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”
Pagi Mie Kondang, Taichan Malamnya: Cerita Kuliner Khas “Anak Jaksel”
Kata Netizen
'Kapitil' Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?
"Kapitil" Masuk KBBI, Apa Makna dan Bagaimana Penggunaannya?
Kata Netizen
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Rajabasa dan Pelajaran Tentang Alam yang Tak Pernah Bisa Diremehkan
Kata Netizen
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Harga Buku, Subsidi Buku, dan Tantangan Minat Baca
Kata Netizen
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Rapor Anak dan Peran Ayah yang Kerap Terlewat
Kata Netizen
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Merawat Pantun, Merawat Cara Kita Berbahasa
Kata Netizen
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Bukan Sekadar Cerita, Ini Pentingnya Riset dalam Dunia Film
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau