
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Liburan sekolah usai, kini anak-anak kembali menjalani rutinitas seperti sedia kala: masuk sekolah.
Ketika kembali masuk sekolah nanti, bukan tidak sedikit kita mengalami drama-drama dari rumah hingga di sekolah.
Nah, jika sudah harinya masuk sekolah, biasanya kalau drama-drama yang terjadi tidak mengenakan akan jadi momen tersendiri.
Kesibukan tahunan yang menandai momen kembalinya anak-anak masuk sekolah menjadi cerita tersendiri. Misalnya untuk anak-anak yang ada di level awal sekolah. Butuh persiapan yang lebih ekstra ketimbang yang tinggal ngelanjutin di tahap kelas selanjutnya.
Banyak yang mesti dipersiapkan, seperti mental, seragam, uang pangkal, dan hal-hal lainnya. Belum lagi di jenjang yang butuh adaptasi lebih. Pada level PAUD, misalnya, untuk mereka yang baru pertama kali masuk, harus ada 'warming up' yang gak biasa.
Anak-anak usia dini, kudu mulai dilatih untuk bisa lepas dari gandengan ortunya. Anak-anak ini mulai dilatih untuk bisa homy di sekolahnya. Bagi mereka, guru-guru PAUD, perjuangan dimulai. Udah harus siap dengerin anak-anak yang menangis karena rutinitas yang berubah.
Kemudian dari sisi ortu, udah harus siap mental dan legowo ngelepas anaknya yang mulai menjejaki dunianya yang baru di luar rumah. Menebalkan telinga dan harus tega mendengar rengekan bahkan tangisan anak-anak imut ini ketika menjejakan kaki untuk latihan mandiri di sekolahnya.
Untuk kemandirian mungkin tidak begitu berat buat mereka yang berada di jenjang sekolah lanjutan menengah pertama dan atas, ya.
Nah, untuk itu (terutama bagi ortu anak-anak di level PAUD/KB/TK bisa menerapkan beberapa strategi berikut untuk meminimalisir 'drama-drama' di awal sekolah mereka.
1. Sesekali datang ke lokasi sekolah untuk memberikan pengetahuan dan menyiapkan mental anak
jauh-jauh hari ajak anak menyambangi sekolahnya. Hal ini akan membantu anak untuk mengenali hal-hal baru. Ini penting untuk menyiapkan mindset anak.
2. Melatih jam bangun tidur anak jauh-jauh hari
Hal ini akan membantu anak untuk belajar disiplin waktu dan gak kaget dengan rutinitas barunya.
3. Mulai melatih kemandirian dalam hal makan
Anak-anak mulai disiapkan dalam hal keterampilan makan secara mandiri. Biasanya sekolah mulai menerapkan kedisiplinan dalam hal makan.