Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Stevan Manihuruk
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Stevan Manihuruk adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kasus eFishery dan Pembelajaran untuk Investor Saham

Kompas.com, 11 Agustus 2025, 11:08 WIB

Namun saat ini, Gibran berbalik dicemooh sebagai perusak citra dunia investasi dalam negeri. Ia dituding telah mencoreng bisnis start up yang sempat dianggap sebagai salah satu sektor paling menjanjikan saat ini dan di masa mendatang.     

Dunia investasi saham

Dalam dunia investasi saham, praktik manipulasi laporan keuangan perusahaan seperti kasus Gibran dan eFishery juga sering terjadi. Ada dikenal istilah praktik financial engineer yang intinya sama saja; berusaha mengutak-atik laporan keuangan perusahaan agar terlihat bagus di mata publik.

Ini butuh keahlian khusus karena harus bisa mengelabui tim auditor publik yang akan melakukan audit. Meskipun pada praktiknya, mungkin ada juga auditor yang bisa diajak "main mata".

Sebenarnya untuk apa manipulasi laporan keuangan itu dilakukan? Mengapa tidak melaporkan kinerja perusahaan dengan apa adanya?

Pada kasus eFishery tujuannya jelas untuk menggaet sebanyak-banyaknya investor potensial agar tertarik menanamkan modalnya di perusahaan tersebut.

Andai eFishery benar-benar melaporkan kondisi perusahaan yang menurut hasil investigasi rugi hampir setengah triliun rupiah dalam kurun waktu kurang dari setahun, coba bayangkan, investor mana yang bersedia menggelontorkan dananya ke perusahaan yang jelas-jelas merugi?

Sama halnya dengan pasar saham. Saat ini ada sekitar 900 perusahaan publik yang sudah tercatat di bursa saham yang artinya kita selaku investor publik (minoritas) juga bisa ikut membeli sahamnya.

Apa alasan para investor mau membeli saham perusahaan? Tentu saja prospek kinerja perusahaan ke depannya yang diyakini akan lebih cemerlang. Darimana keyakinan itu akan muncul? Jelas salah satunya dari laporan keuangan yang diumumkan perusahaan.

Bila perusahaan secara rutin melaporkan kondisi kinerja keuangan yang selalu merugi dari tahun ke tahun, rasa-rasanya investor normal yang memang berniat investasi bukan berspekulasi tentu tak akan mau membeli sahamnya.   

Sebaliknya, bila ada perusahaan yang rutin melaporkan perusahaannya mencatatkan keuntungan dan laba bersih, pasti para investor akan berlomba membeli saham perusahaan tersebut. Alhasil valuasi perusahaan tersebut akan melonjak tajam seiring meningkatnya harga saham.

Bila mengikuti petuah para investor saham yang sukses, tugas kita selaku investor adalah mencari perusahaan yang benar-benar berkinerja bagus pada harga yang wajar atau murah. Kinerja yang bagus harus tercermin jelas dalam laporan keuangan perusahaan.

Namun jangan buru-buru menilai kinerja perusahaan hanya berdasarkan sekilas membaca laporan keuangan yang ditampilkan. Jika meminjam istilah penegak hukum, maka kita bisa menerapkan azas praduga bersalah saat membaca laporan keuangan suatu perusahaan.

Kita harus kritis dan patut menduga bahwa laporan keuangan tersebut mungkin saja sudah dipoles sedemikian rupa agar kelihatan bagus.

Faktanya bahwa tidak sedikit perusahaan yang melaporkan bahwa kinerja perusahaan selalu mencatat keuntungan dari tahun ke tahun, namun ternyata itu cuma catatan di atas kertas alias tidak pernah nyata dalam wujud arus kas.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau