Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Latipah Rahman
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Jalan-jalan ke IIBF 2025, Dapat Apa Ya?

Kompas.com, 29 September 2025, 21:42 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ada yang datang juga ke Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025? Belanja berapa buku kemarin? Pengalaman apa yang bisa dibawa pulang, dan kegiatan menarik apa yang menanti pengunjungnya?

Pagi itu saya berangkat dengan semangat berbeda. Ada agenda spesial: menghadiri salah satu pameran buku terbesar di Indonesia, Indonesia International Book Fair (IIBF) 2025 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada 25–28 September 2025.

Bagi para pencinta literasi, IIBF tentu bukan hal asing. Namun bagi saya, Jumat 26 September 2025 menjadi momen pertama yang terasa istimewa: akhirnya saya bisa benar-benar hadir.

Tahun-tahun sebelumnya, niat selalu terhalang pekerjaan. Kali ini, saya bisa meluangkan waktu dari pagi hingga menjelang sore untuk menikmati suasana penuh buku, ilmu, dan inspirasi.

Kenapa Memilih Datang ke IIBF 2025?

Alasan saya datang ke IIBF 2025 sederhana tapi istimewa. Pertama, karena saya berkesempatan menjadi salah satu IIBFluencer 2025 bersama teman-teman pencinta buku lainnya.

Kedua, saya penasaran ingin melihat sendiri seberapa meriah acara ini. Ketiga, lokasi JICC yang strategis memudahkan akses dengan Transjakarta maupun MRT—tinggal turun di halte terdekat dan sedikit berjalan kaki.

Bersama seorang teman blogger, Kak Rere, kami berangkat naik KRL, transit ke MRT, lalu berjalan kaki menuju JICC. Tiba sekitar pukul 09.50 WIB, suasana masih lengang dan menyenangkan.

Serunya Menjelajahi Booth dan Kegiatan IIBF

Memasuki area pameran, saya langsung disambut spot foto khas IIBF 2025. Ada booth-booth menarik yang beragam: mulai dari yayasan literasi, galeri lukisan, hingga “Start Books” yang penuh buku berbahasa asing dan perlengkapan alat tulis.

Tak jauh dari sana ada booth Kementerian Kebudayaan RI dan area khusus anak. Booth-booth penerbit besar seperti Gramedia, Mizan, BIP, Grasindo, hingga penerbit luar negeri dari Malaysia, Jerman, China, Jepang, Turki, dan lainnya juga hadir.

Yang menarik, ada pula penerbit indie seperti Komunitas Bambu, Marjin Kiri, dan Rabbit Hole. Sementara itu, stand media seperti Kompas, Tempo, hingga Antara News turut meramaikan. Rasanya seperti bertemu dunia literasi dalam satu atap.

Pengalaman berkesan lainnya: saya dan Kak Rere mendapat tiga buku gratis dari penerbit asal Turki. Saya juga sempat mampir ke booth Jerman (Goethe-Institut), China, hingga Jepang yang menawarkan diskon besar-besaran.

Di area “zona kalap” saya tergoda berbagai judul buku: novel, buku pengembangan diri, kamus, hingga buku anak-anak.

Akhirnya saya memilih beberapa buku incaran lama yang sedang diskon, termasuk karya J.S. Khairen dan buku-buku bertema sosial seperti “Gaza Surat Cinta yang Ditulis dengan Luka”.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Kata Netizen
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Kata Netizen
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Kata Netizen
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Kata Netizen
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Kata Netizen
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Kata Netizen
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Kata Netizen
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Kata Netizen
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kata Netizen
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Kata Netizen
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Kata Netizen
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Kata Netizen
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Kata Netizen
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Kata Netizen
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau