Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yulius Roma Patandean
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yulius Roma Patandean adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

TKA Perdana Berjalan Lancar, Ini Evaluasi dan Tantangannya

Kompas.com, 17 November 2025, 13:42 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pengawasan Tes Kemampuan Akademik hari pertama. (dokumentasi prinadi Kompasianer Yulius Roma Patandean)Yulius Roma Patandean Pengawasan Tes Kemampuan Akademik hari pertama. (dokumentasi prinadi Kompasianer Yulius Roma Patandean)

Apa saja pelajaran berharga dari pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) perdana?Bagaimana temuan-temuan di lapangan dapat menjadi dasar perbaikan untuk penyelenggaraan berikutnya?

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada hari pertama Gelombang 1 berjalan relatif lancar.

Apresiasi patut diberikan kepada seluruh pihak yang terlibat—mulai dari teknisi, proktor, panitia lokal, hingga pengawas ruang—yang memastikan penyelenggaraan perdana ini berlangsung tertib.

TKA merupakan langkah baru dari Kemdikdasmen untuk meningkatkan mutu lulusan SMA/SMK/SLB dan sederajat.

Salah satu hal yang menarik pada pelaksanaan perdana ini adalah penerapan pengawas silang, di mana guru dari satu sekolah bertugas mengawasi di sekolah lain.

Mekanisme ini diharapkan dapat meningkatkan objektivitas dan ketertiban jalannya ujian.

Berdasarkan surat tugas dari Disdik Sulawesi Selatan, saya ditugaskan mengawas di SMAS Kristen Makale pada hari pertama dan kedua.

Ada pula hal baru yang diterapkan tahun ini: pada sesi ketiga, seluruh pengawas ruang mengikuti sesi live via Zoom. Kamera diarahkan langsung ke ruang ujian, sehingga situasi dapat dilaporkan secara real time.

Catatan Evaluasi: Temuan dan Perlu Diperbaiki

Dari hasil pemantauan tim Pusmendik, masih terdapat beberapa pelanggaran yang perlu menjadi perhatian bersama.

Beberapa peserta masih kedapatan membawa atau menggunakan gawai selama ujian berlangsung. Bahkan, terdapat kasus peserta mengambil gambar soal, merekam, hingga menayangkan siaran langsung di media sosial saat ujian sedang berjalan.

Melihat temuan tersebut, satuan pendidikan diminta untuk:

  • Memperketat pengawasan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.
  • Menegakkan larangan membawa gawai atau perangkat elektronik apa pun ke ruang ujian.
  • Menindaklanjuti dan melaporkan setiap bentuk kecurangan sesuai Juknis TKA Tahun 2025.

Peserta yang teridentifikasi melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi tegas sebagaimana aturan yang berlaku.

Gangguan Teknis: Munculnya Error 402 Secara Massal

Pada hari pertama pelaksanaan, tepatnya sesi ketiga (14.30–17.00 WITA), terjadi gangguan teknis massal berupa Error 402 pada Exam Browser Client.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Membayangkan Indonesia Tanpa Guru Penulis, Apa Jadinya?
Membayangkan Indonesia Tanpa Guru Penulis, Apa Jadinya?
Kata Netizen
Resistensi Antimikroba, Ancaman Sunyi yang Semakin Nyata
Resistensi Antimikroba, Ancaman Sunyi yang Semakin Nyata
Kata Netizen
Ketika Pekerjaan Aman, Hati Merasa Tidak Bertumbuh
Ketika Pekerjaan Aman, Hati Merasa Tidak Bertumbuh
Kata Netizen
'Financial Freedom' Bukan Soal Teori, tetapi Kebiasaan
"Financial Freedom" Bukan Soal Teori, tetapi Kebiasaan
Kata Netizen
Tidak Boleh Andalkan Hujan untuk Menghapus 'Dosa Sampah' Kita
Tidak Boleh Andalkan Hujan untuk Menghapus "Dosa Sampah" Kita
Kata Netizen
Tak Perlu Lahan Luas, Pekarangan Terpadu Bantu Atur Menu Harian
Tak Perlu Lahan Luas, Pekarangan Terpadu Bantu Atur Menu Harian
Kata Netizen
Mau Resign Bukan Alasan untuk Kerja Asal-asalan
Mau Resign Bukan Alasan untuk Kerja Asal-asalan
Kata Netizen
Bagaimana Indonesia Bisa Mewujudkan 'Less Cash Society'?
Bagaimana Indonesia Bisa Mewujudkan "Less Cash Society"?
Kata Netizen
Cerita dari Ladang Jagung, Ketahanan Pangan dari Timor Tengah Selatan
Cerita dari Ladang Jagung, Ketahanan Pangan dari Timor Tengah Selatan
Kata Netizen
Saat Hewan Kehilangan Rumahnya, Peringatan untuk Kita Semua
Saat Hewan Kehilangan Rumahnya, Peringatan untuk Kita Semua
Kata Netizen
Dua Dekade Membimbing ABK: Catatan dari Ruang Kelas yang Sunyi
Dua Dekade Membimbing ABK: Catatan dari Ruang Kelas yang Sunyi
Kata Netizen
Influencer Punya Rate Card, Dosen Juga Boleh Dong?
Influencer Punya Rate Card, Dosen Juga Boleh Dong?
Kata Netizen
Embung Jakarta untuk Banjir dan Ketahanan Pangan
Embung Jakarta untuk Banjir dan Ketahanan Pangan
Kata Netizen
Ikan Asap Masak Santan, Lezat dan Tak Pernah Membosankan
Ikan Asap Masak Santan, Lezat dan Tak Pernah Membosankan
Kata Netizen
Menerangi 'Shadow Economy', Jalan Menuju Inklusi?
Menerangi "Shadow Economy", Jalan Menuju Inklusi?
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Kolom ini tidak boleh kosong.
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau