Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Latipah Rahman
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Ketika Rumah, Buku, dan Kopi Menjadi Ruang Literasi

Kompas.com, 21 Januari 2026, 16:38 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ada sebuah tempat sederhana membuat kita merasa pulang, sekaligus diingatkan bahwa kecintaan pada literasi bisa tumbuh dari ruang paling personal? Ada.

Beberapa waktu lalu, saya melihat unggahan Instagram Story seorang kenalan saat mengikuti walking tour stasiun tempo doeloe. Dari sanalah perhatian saya tertuju pada sebuah kafe buku rumahan yang baru mereka buka.

Kami pernah bertemu singkat dalam kegiatan tersebut, bertukar akun Instagram, lalu saling mengikuti. Dari unggahan-unggahan itulah saya tahu bahwa sang pemilik telah lama menjual buku preloved, bahkan memiliki lapak daring di berbagai platform.

Saat mereka membuka kafe buku, saya langsung membatin, “Suatu hari harus mampir ke sana.” Dan akhirnya, niat itu terwujud.

Saya mengunjungi Sumber Books, sebuah kafe buku rumahan yang beralamat di Jalan Mirah 3 No. 22 Blok L2, Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Stasiun terdekatnya adalah Stasiun Citayam, berjarak sekitar 1,8 kilometer dari lokasi.

Rutenya terbilang mudah, meski pengalaman menuju ke sana sempat diwarnai sedikit kendala teknis di sekitar stasiun. Namun perjalanan itu terbayar lunas begitu saya tiba dan disambut langsung oleh pemiliknya. Suasana hangat dan ramah terasa sejak langkah pertama.

Tempatnya tidak luas, tetapi tertata dengan baik dan terasa sangat memadai. Ada lima rak buku di dalamnya. Tiga rak diperuntukkan bagi buku yang boleh dibaca di tempat, sementara dua rak lainnya berisi buku preloved yang dijual.

Koleksinya beragam dan terkurasi dengan baik, dari penulis klasik hingga kontemporer. Sang pemilik, memang telah lama menjadikan jual-beli buku sebagai kegiatan sampingan yang berangkat dari hobi. Kejelian mereka terhadap keaslian buku membuat pengunjung merasa aman dan percaya.

Cerita di Balik Kafe Buku yang Homey

Kunjungan ini tak hanya soal membaca atau ngopi, tetapi juga tentang mendengarkan kisah di baliknya.

Dalam obrolan santai, Ibu Imelda—salah satu pemilik—bercerita bahwa rumah ini dulunya adalah ruang baca terbuka bagi anak-anak di sekitar lingkungan mereka.

Saat kedua anak mereka masih kecil, ruang baca tersebut menjadi sarana untuk menumbuhkan kegemaran membaca sejak dini.

Tak sekadar menyediakan buku, mereka juga mengadakan berbagai kegiatan, seperti lomba storytelling dari buku yang telah dibaca hingga kunjungan ke museum. Semua dijalankan secara swadaya, dengan dukungan kecil dari rekan kerja dan sponsor yang peduli.

“Kalau hanya memberi contoh, rasanya belum cukup. Perlu ada pemantik supaya anak-anak senang membaca,” tutur Ibu Imelda. Upaya tersebut dilakukan dengan penuh kesadaran dan cinta pada literasi, tanpa pamrih.

Seiring waktu, ketika anak-anak mereka semakin besar dan sibuk dengan aktivitas sekolah, kegiatan ruang baca sempat vakum.

Halaman:

Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya

A member of

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Melihat Mantan Menikah, Ketika Luka Jadi Pelajaran
Kata Netizen
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Pendidikan Gratis, Janji Kebijakan, dan Realitas Keluarga Indonesia
Kata Netizen
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Mantan Menikah, Saat Undangan Pernikahan Membuka Laci Kenangan
Kata Netizen
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Bel Sekolah Otomatis dan Pelajaran Berharga dari Guru Berani Mencoba
Kata Netizen
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah
Kata Netizen
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Savana Baluran Musim Hujan: Keindahan, Tantangan, dan Harapan
Kata Netizen
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Ini Cerita dan Potret Usaha Mikro di Bawah Flyover Martadinata
Kata Netizen
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Ruang Tamu yang Sunyi di Tengah Riuhnya Budaya Ngopi
Kata Netizen
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kecuk dan Perjalanan Panjang Menjaga Nada Tradisi
Kata Netizen
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Ketika Pasar Saham Bergejolak, Apa Artinya bagi Ekonomi Masyarakat?
Kata Netizen
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Beban Ekonomi Guru dan Tantangan Pendidikan
Kata Netizen
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Lebih dari Soal Alat Tulis dan Rapuhnya Jaring Pengaman Sosial
Kata Netizen
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Ketika Pertanyaan Anak Menjadi Cermin Cara Dewasa Berpikir
Kata Netizen
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Alasan-alasan Kita Jarang Bertamu ke Rumah Tetangga
Kata Netizen
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Satu Batik, Banyak Fungsi, dan Busana Lokal yang Tak Pernah Keliru
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau