Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Airani Listia
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Airani Listia adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Banjir Datang, Aktivitas Tak Mesti Ikut Terhenti

Kompas.com, 25 Januari 2026, 09:02 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Ketika banjir datang dan aktivitas di luar rumah terhenti, apa yang bisa kita lakukan agar tetap aman, tenang, dan produktif tanpa mengabaikan kesehatan serta keselamatan keluarga?

“Bulan baru satu, banjir sudah dua kali. Bagaimana ini?”

Kalimat semacam itu rasanya tidak asing, terutama bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Awal tahun yang seharusnya menjadi momen memulai rutinitas justru diwarnai genangan air yang datang berulang kali. Bahkan, dalam satu bulan Januari, banjir bisa terjadi hingga tiga kali.

Situasi ini tentu membingungkan. Bagi pekerja kantor, akses ke tempat kerja terhambat karena jalanan tidak bisa dilalui.

Bagi ibu rumah tangga, tantangannya tidak kalah besar. Kebutuhan harian sulit dipenuhi, sementara kondisi rumah mulai berantakan karena air masuk tanpa permisi.

Di tengah kondisi seperti ini, muncul pertanyaan sederhana namun penting: bagaimana caranya tetap aman, tidak larut dalam kebosanan, dan sebisa mungkin tetap produktif meski harus bertahan di rumah?

Saat Banjir Masuk Rumah, Ini yang Perlu Dilakukan

Pengalaman banjir pertama di bulan Januari 2026 menjadi pengingat berharga bagi saya. Setelah pindah rumah, sempat muncul rasa aman karena posisi rumah yang cukup tinggi. Air seolah tidak mungkin masuk. Namun, perkiraan itu ternyata meleset.

Pagi hari, saat berjalan ke ruang tengah, saya mendapati lantai sudah tergenang. Air perlahan keluar dari sela-sela keramik dan dinding, seperti air mancur kecil yang tak bisa dibendung. Di dapur, kondisi serupa terjadi di dekat wastafel. Bahkan, dinding lantai atas yang belum diplester tampak basah karena air hujan merembes keluar dari sela-selanya.

Tangga dan lantai dapur terendam, sementara air di lantai atas terus bertambah. Hal pertama yang saya lakukan adalah mencabut kabel kulkas dan televisi. Untungnya, tidak ada kabel lain yang menjalar di lantai. Saat itu, saya memilih untuk berhenti melawan air dan menunggu hujan reda. Siang harinya, barulah pembersihan dilakukan perlahan.

Anak-anak saya minta tetap berada di kamar yang masih aman. Mereka saya beri pengertian agar tidak turun dari tempat tidur hingga kondisi memungkinkan. Di luar rumah, jalanan gang sudah terendam hingga setinggi lutut, sementara jalan umum tergenang sekitar 30 sentimeter.

Dari pengalaman tersebut, ada beberapa langkah penting yang bisa dilakukan ketika banjir masuk ke rumah.

Pertama, segera cabut seluruh kabel elektronik yang berada di lantai atau berpotensi terendam air, seperti kulkas, dispenser, dan televisi. Jika banjir cukup parah, mematikan sambungan listrik dan gas menjadi langkah paling aman untuk mencegah korsleting atau risiko tersengat listrik.

Kedua, amankan barang-barang penting seperti dokumen, obat-obatan, dan barang berharga lainnya. Pastikan semuanya disimpan di tempat yang kering dan aman dari genangan air.

Ketiga, apabila air terus naik dan rumah tidak lagi aman, lakukan evakuasi. Jika rumah memiliki dua lantai, berpindahlah ke lantai atas. Jika tidak memungkinkan, mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tempat yang lebih aman menjadi pilihan terbaik. Jangan lupa membawa dokumen penting, pakaian, dan obat-obatan yang diperlukan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga
Kata Netizen
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Menghapus Kesempatan
AI Mengubah Cara Bekerja, Bukan Menghapus Kesempatan
Kata Netizen
Antara Uang Kuliah dan Nilai Akademik
Antara Uang Kuliah dan Nilai Akademik
Kata Netizen
Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Mengapa Sekolah Negeri Kini Sepi Peminat?
Kata Netizen
Pelajaran Ekologi dari Seekor Monyet di Gunung Andong
Pelajaran Ekologi dari Seekor Monyet di Gunung Andong
Kata Netizen
Kok 'Gaji Sesuai UMR' Menjadi Benefit dalam Lowongan Kerja?
Kok "Gaji Sesuai UMR" Menjadi Benefit dalam Lowongan Kerja?
Kata Netizen
Merawat Hobi di Tengah Budaya FOMO
Merawat Hobi di Tengah Budaya FOMO
Kata Netizen
Bu Tuminah dan Segelas Jamu yang Menolak Lekang oleh Zaman
Bu Tuminah dan Segelas Jamu yang Menolak Lekang oleh Zaman
Kata Netizen
Ketika Pillow Talk Tak Lagi Menjadi Pengantar Tidur
Ketika Pillow Talk Tak Lagi Menjadi Pengantar Tidur
Kata Netizen
'Osob Kiwalan', Bahasa Identitas Orang Malang
"Osob Kiwalan", Bahasa Identitas Orang Malang
Kata Netizen
Lulusan SMP Berprestasi Masih Jarang Memilih SMK, Kenapa?
Lulusan SMP Berprestasi Masih Jarang Memilih SMK, Kenapa?
Kata Netizen
Mengapa Lingkaran Pertemanan Makin Kecil Saat Dewasa?
Mengapa Lingkaran Pertemanan Makin Kecil Saat Dewasa?
Kata Netizen
Bapana, Tradisi Memanah Ikan di Tengah Masyarakat Bajau
Bapana, Tradisi Memanah Ikan di Tengah Masyarakat Bajau
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau