
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Di Jakarta, makna "dekat" dan "jauh" memiliki ukuran yang berbeda.
Bukan semata-mata soal kilometer, melainkan tentang seberapa mudah sebuah tempat dijangkau dengan transportasi umum.
Semakin terintegrasi dengan jaringan angkutan publik, semakin dekat pula rasanya. Sebaliknya, lokasi yang sebenarnya tidak terlalu jauh bisa terasa sangat jauh jika pilihan transportasinya terbatas.
Bagi saya yang sehari-hari mengandalkan kereta komuter, kawasan Jakarta International Stadium (JIS) selama ini termasuk salah satu tujuan yang terasa cukup jauh.
Bukan karena letaknya, melainkan karena akses transportasi publik menuju kawasan tersebut belum sepraktis menuju kawasan Gelora Bung Karno (GBK).
Hal itu pula yang membuat diskusi mengenai lokasi berbagai acara berskala internasional, termasuk konser musik, sempat menarik perhatian publik beberapa waktu lalu.
Banyak orang menilai bahwa selain kapasitas stadion, kemudahan akses transportasi menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kenyamanan pengunjung.
Selama ini GBK memang memiliki keunggulan dalam hal konektivitas. Kawasan tersebut dilayani berbagai moda transportasi publik yang saling terhubung sehingga memudahkan puluhan ribu orang datang dan pulang setelah sebuah acara berlangsung.
Sementara itu, JIS memiliki potensi besar sebagai stadion modern dengan kapasitas yang sangat memadai.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun sejak awal berharap stadion ini tidak hanya menjadi markas Persija Jakarta, tetapi juga berkembang sebagai pusat berbagai kegiatan olahraga, hiburan, dan konser berskala internasional.
Harapan tersebut tentu membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai.
Sulit membayangkan puluhan ribu pengunjung datang dan pulang dalam waktu hampir bersamaan tanpa sistem transportasi yang terintegrasi.
Kemacetan selepas pertandingan atau konser memang bukan hal baru di kota-kota besar. Karena itulah transportasi umum menjadi solusi yang semakin penting.
Dari sudut pandang itulah saya melihat kehadiran Stasiun JIS sebagai kabar baik yang layak disambut.
Hadiah Ulang Tahun Jakarta
Ada sesuatu yang terasa simbolis ketika Stasiun JIS mulai beroperasi pada 22 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan ulang tahun Jakarta ke-499.
Bagi banyak warga, termasuk saya, pembukaan stasiun ini membawa harapan baru terhadap kemudahan mobilitas menuju kawasan JIS.
Sebagai penikmat konser, saya sudah membayangkan bagaimana akses menuju stadion akan menjadi jauh lebih praktis. Bahkan, saya sudah menyimpan tiket sebuah konser yang akan berlangsung di JIS pada November mendatang.
Saya berharap ketika saat itu tiba, operasional stasiun telah berjalan semakin optimal sehingga perjalanan menuju stadion menjadi lebih sederhana.