Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halima Maysaroh
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Halima Maysaroh adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Merawat Hobi di Tengah Budaya FOMO

Kompas.com, 20 Juli 2026, 13:12 WIB

Apakah sebuah hobi hanya terasa menyenangkan ketika sedang menjadi tren? Atau justru hobi yang paling bermakna adalah yang tetap kita jalani, meski tidak lagi ramai dibicarakan?

Pada era media sosial, sebuah hobi bisa tiba-tiba menjadi viral. Banyak orang berbondong-bondong mencobanya, membagikan pengalaman mereka, lalu perlahan meninggalkannya ketika tren berganti. Fenomena seperti ini mungkin sudah menjadi bagian dari kehidupan kita hari ini.

Namun, ada pula hobi yang memilih jalan berbeda. Ia tidak lahir karena sedang populer, tidak pula berhenti ketika sorotan publik menghilang. Hobi seperti inilah yang, menurut saya, tumbuh dari rasa suka yang tulus, bukan sekadar keinginan untuk ikut meramaikan tren.

Saya merasa beruntung memiliki beberapa hobi yang terus bertahan hingga sekarang. Sejak kecil sampai hari ini, ada empat aktivitas yang selalu menjadi bagian dari keseharian saya: membaca, menulis, traveling, dan journaling.

Keempatnya tidak pernah benar-benar berhenti. Mereka hanya berubah bentuk, mengikuti fase kehidupan yang terus berkembang.

Membaca, Hobi yang Tumbuh Bersama Rasa Ingin Tahu

Saya mulai mengenal huruf sejak masih balita. Sejak saat itu pula, rasa ingin tahu seolah menemukan jalannya melalui buku.

Apa pun yang bisa dibaca, hampir selalu menarik perhatian saya. Buku pelajaran, majalah, buku pinjaman teman, hingga koleksi perpustakaan sekolah menjadi teman sehari-hari.

Salah satu buku pertama yang berhasil saya selesaikan bahkan sebelum duduk di bangku sekolah dasar adalah Merebut Kota Perjuangan, yang berkisah tentang perjalanan Soeharto.

Saat itu tentu saya belum benar-benar memahami seluruh isinya. Namun, pengalaman menuntaskan sebuah buku yang cukup tebal di usia dini meninggalkan kesan mendalam. Saya mulai menyadari bahwa setiap buku selalu membawa perjalanan baru.

Kesempatan membaca pada masa itu tentu jauh berbeda dibandingkan sekarang. Belum ada toko buku di kota kecil tempat saya tinggal, apalagi layanan belanja daring yang memungkinkan buku datang hanya dalam hitungan hari.

Sebagian besar bacaan saya berasal dari perpustakaan sekolah atau hasil meminjam milik teman. Koleksinya memang terbatas, tetapi justru keterbatasan itu membuat setiap buku terasa begitu berharga.

Saat merantau untuk kuliah, tantangannya berubah. Kondisi keuangan membuat saya harus memilih buku dengan lebih cermat.

Sebagian besar pengeluaran untuk membeli buku saya arahkan pada materi pembelajaran bahasa Inggris yang memang menjadi kebutuhan selama kuliah. Keinginan membaca buku-buku lain sementara harus disimpan.

Baru ketika mulai bekerja, saya perlahan bisa memenuhi keinginan yang sempat tertunda itu. Novel, buku pengembangan diri, sejarah, psikologi, hingga berbagai buku nonfiksi mulai memenuhi rak di rumah.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau