Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ditta Atmawijaya
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ditta Atmawijaya adalah seorang yang berprofesi sebagai Editor. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Bukan Sekadar Arisan, Ada Cerita yang Menyatukan Keluarga

Kompas.com, 20 Juli 2026, 20:07 WIB

Ketika nominal uang bukan lagi tujuan utama, mungkinkah yang sebenarnya sedang dirawat adalah hubungan antargenerasi yang semakin sulit dipertahankan di tengah kesibukan?

Di keluarga besar suami saya, arisan telah menjadi tradisi yang bertahan selama puluhan tahun. Nilai uang yang dipertaruhkan tidak pernah besar.

Sejak awal dibentuk, tujuan utamanya memang bukan untuk mengumpulkan dana, melainkan menjaga silaturahmi agar tetap hangat meski setiap anggota keluarga memiliki kesibukan masing-masing.

Tradisi ini juga menjadi cara sederhana untuk menjaga regenerasi keluarga. Setiap anak yang telah menikah atau mulai bekerja didorong memiliki keanggotaan arisan atas nama sendiri. Dengan begitu, kebiasaan berkumpul tidak berhenti pada satu generasi saja, tetapi terus berlanjut kepada generasi berikutnya.

Iuran yang dibayarkan setiap bulan dibagi ke dalam tiga pos yang sudah disepakati bersama. Sekitar 65 persen menjadi dana arisan yang akan diterima anggota, 25 persen dialokasikan untuk konsumsi saat pertemuan, sedangkan 10 persen disimpan sebagai kas keluarga.

Dana konsumsi sengaja disiapkan agar beban tuan rumah tidak terlalu berat. Tidak pernah ada tuntutan untuk menyajikan hidangan mewah. Makanan rumahan dan jajanan pasar justru selalu menjadi sajian yang paling dirindukan.

Di meja makan, hidangan sederhana sering kali menjadi pusat perhatian. Oseng daun atau bunga pepaya, tumis jantung pisang, urap daun kenikir, hingga lalapan pohpohan dengan sambal menjadi menu yang selalu habis lebih dulu.

Barangkali karena makanan seperti itulah yang menyimpan banyak kenangan masa kecil sekaligus menghadirkan suasana rumah yang sulit digantikan.

Bukan Sekadar Arisan

Yang membuat arisan keluarga kami berbeda adalah cara menentukan penerima arisan.

Tidak ada undian, tidak ada pengocokan nama, dan tidak ada suasana penuh harap menunggu giliran. Semua berjalan berdasarkan asas kekeluargaan.

Siapa pun yang sedang membutuhkan dana lebih dahulu cukup menyampaikan kebutuhannya kepada keluarga. Biasanya justru muncul sikap saling mengalah. Jika ada dua orang yang sama-sama membutuhkan, pembicaraan berlangsung santai hingga ditemukan kesepakatan bersama. Hampir tidak pernah terjadi perebutan giliran.

Satu-satunya aturan yang selalu dijaga adalah penerima arisan bulan ini akan menjadi tuan rumah pada pertemuan berikutnya.

Cara sederhana tersebut justru membuat semua orang merasa memiliki ruang untuk saling membantu, bukan sekadar mengikuti aturan administratif.

Tradisi yang Ikut Beradaptasi

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau