Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rinta Wulandari
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Rinta Wulandari adalah seorang yang berprofesi sebagai Perawat. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?

Kompas.com, 23 Juli 2026, 16:20 WIB

Apakah benar kehidupan seorang aparatur sipil negara (ASN) hanya diisi dengan datang ke kantor, menikmati secangkir kopi, lalu menunggu jam pulang? Ataukah ada sisi lain dari pekerjaan mereka yang jarang terlihat oleh publik?

Siang itu grup percakapan para perawat cukup ramai. Sebuah potongan video yang menampilkan pernyataan seorang anggota DPR beredar luas.

Dalam pernyataan tersebut muncul anggapan bahwa ASN hanya datang ke kantor, minum kopi, lalu menunggu waktu untuk melakukan absen pulang.

Bagi banyak rekan saya, pernyataan itu terasa mengusik. Bukan semata karena kritik terhadap ASN, melainkan karena kalimat tersebut terdengar seperti menggambarkan seluruh ASN dengan karakter yang sama.

Padahal, sebagaimana profesi lain, kinerja ASN juga sangat beragam. Ada yang bekerja di balik meja administrasi, ada yang bertugas di lapangan, ada pula yang melayani masyarakat selama 24 jam seperti tenaga kesehatan.

Menggeneralisasi seluruh ASN tentu berpotensi mengaburkan realitas yang jauh lebih kompleks.

Sebagai perawat yang berstatus ASN, saya merasakan bahwa tuntutan pekerjaan justru semakin besar dari waktu ke waktu.

Target kinerja kini terdokumentasi secara digital. Laporan pekerjaan dilakukan melalui sistem elektronik. Kehadiran tercatat secara daring. Bahkan ketika izin sakit pun, prosedurnya harus dilengkapi dengan dokumen pendukung yang diunggah melalui sistem.

Semua itu menjadi bagian dari akuntabilitas yang harus dipenuhi.

Perjalanan Menjadi ASN Tidaklah Singkat

Menjadi ASN bukanlah perjalanan yang saya tempuh dengan mudah.

Saya mengikuti seleksi sebanyak tiga kali sebelum akhirnya dinyatakan lolos. Setiap tahapan membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, mulai dari seleksi administrasi, Computer Assisted Test (CAT), hingga tes bidang.

Saat itu saya masih bertugas di pedalaman Lampung Utara, sementara beberapa tahapan seleksi harus dijalani di Palembang. Perjalanan panjang menjadi bagian dari proses yang harus dilalui.

Setelah dinyatakan lulus pun, perjuangan belum selesai.

Masih ada tes psikologi MMPI, pemeriksaan bebas narkoba, hingga proses pemberkasan yang harus diselesaikan tepat waktu agar Nomor Induk Pegawai (NIP) dapat diterbitkan.

Status sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) juga bukan berarti langsung menikmati kenyamanan bekerja.

Selama masa CPNS, gaji yang diterima masih sebesar 80 persen. Kami menjalani orientasi di berbagai unit kerja untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, kemudian mengikuti Latihan Dasar (Latsar) CPNS.

Latsar menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Kami tinggal di balai pelatihan, mengikuti kegiatan yang disiplin sejak dini hari, latihan fisik, hingga pembelajaran mengenai nilai-nilai dasar ASN seperti pelayanan publik, akuntabilitas, integritas, dan antikorupsi.

Nah, pada akhir pelatihan, peserta juga harus menyelesaikan berbagai tugas dan mengikuti ujian sebagai syarat kelulusan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau