
Semua proses itu dirancang untuk membentuk ASN yang mampu menjalankan tanggung jawabnya kepada masyarakat.
Realitas Bekerja di Rumah Sakit
Di rumah sakit, ritme kerja sering kali jauh dari gambaran bahwa ASN memiliki banyak waktu luang.
Sebagai perawat, tugas kami bukan hanya memberikan pelayanan langsung kepada pasien. Ada pula dokumentasi medis, koordinasi antarprofesi, pelaporan administrasi, hingga berbagai tugas tambahan lainnya.
Dalam satu shift, waktu istirahat sering kali tidak berjalan sesuai rencana.
Tidak jarang bekal makan siang yang sudah dibawa sejak rumah justru kembali utuh karena pekerjaan belum memungkinkan untuk berhenti sejenak.
Bagi tenaga kesehatan, pelayanan kepada pasien tetap menjadi prioritas utama.
Karena itu, ketika mendengar anggapan bahwa ASN hanya datang, minum kopi, lalu menunggu jam pulang, saya merasa pengalaman kerja yang dijalani banyak rekan seprofesi menjadi kurang terlihat.
Banyak Wajah di Balik Profesi ASN
ASN bekerja di berbagai sektor pelayanan publik.
Ada guru yang setiap hari mendampingi proses belajar mengajar, tenaga administrasi yang memastikan layanan pemerintahan berjalan, penyuluh pertanian yang mendampingi petani, hingga tenaga kesehatan yang bertugas di rumah sakit maupun puskesmas.
Masing-masing memiliki tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, sulit rasanya menggambarkan seluruh ASN dengan satu narasi yang sama.
Kritik tentu tetap diperlukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun kritik akan menjadi lebih konstruktif apabila didasarkan pada data dan mampu membedakan persoalan yang bersifat individual dengan kondisi yang bersifat umum.
Kisah Seorang Perawat Senior
Saya teringat seorang perawat senior yang pernah bertugas di Sebatik Tengah, Kalimantan Utara.
Di luar jam kerja, beliau membantu mengangkut tandan buah sawit di perkebunan. Pada musim liburan sekolah, beliau juga membuka layanan khitan keliling bagi anak-anak di sekitar tempat tinggalnya.
Pekerjaan tambahan itu dijalani bukan karena kurang mencintai profesinya sebagai perawat, melainkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan keluarga.
Pengalaman tersebut mengajarkan kepada saya bahwa banyak ASN tetap berusaha mencari penghasilan tambahan dengan cara yang halal tanpa meninggalkan tanggung jawab utama mereka.
Belajar dari Sosok Ayah