
Tanpa menunggu lebih lama, kami langsung menuju instalasi gawat darurat rumah sakit terdekat.
Sayangnya, saat itu dokter spesialis mata sudah selesai praktik. Petugas kemudian mengarahkan kami untuk menemui dokter umum yang sedang bertugas.
Setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk memeriksa kondisi mata, dokter memastikan bahwa mata anak saya masih dalam kondisi baik dan belum menunjukkan tanda komplikasi.
Dokter kemudian bertanya mengenai obat yang sedang dikonsumsi.
Ketika mengetahui dosis antivirus yang diminum, beliau memutuskan meningkatkan dosis acyclovir menjadi lima kali sehari masing-masing dua tablet serta menambahkan obat tetes mata. Kami segera menebus obat dan pulang.
Perubahan kondisinya terasa cukup cepat. Setelah dua kali mengonsumsi obat dengan dosis baru, anak saya mulai dapat beristirahat lebih nyaman. Mata tidak lagi terus berair, rasa nyeri berkurang, dan keluhan di seluruh tubuh mulai mereda.
Dua hari berikutnya, bintil-bintil mulai mengering dan perlahan meninggalkan bekas yang kemudian semakin memudar.
Pelajaran dari Sebuah Liburan
Liburan kali ini memang jauh berbeda dari rencana awal. Alih-alih menikmati perjalanan wisata, sebagian besar waktu kami justru dihabiskan untuk berpindah dari puskesmas, dokter praktik, hingga rumah sakit demi memastikan kondisi kesehatan keluarga.
Meski melelahkan, pengalaman ini memberikan pelajaran yang sangat berharga.
Penyakit yang sering dianggap ringan sekalipun tetap memerlukan perhatian dan pemantauan, terutama ketika gejalanya berkembang atau muncul di area yang sensitif seperti mata.
Mencari informasi memang penting, tetapi berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan tetap menjadi langkah terbaik agar tidak terjebak pada kecemasan akibat berbagai informasi yang belum tentu sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.
Pada akhirnya, liburan itu memang tidak berjalan seperti yang kami bayangkan.
Namun dari pengalaman tersebut kami belajar bahwa kesehatan sering kali baru benar-benar disadari nilainya ketika sedang diuji.
Terkadang, perjalanan yang paling berkesan bukanlah perjalanan ke tempat-tempat baru, melainkan perjalanan untuk kembali memperoleh rasa tenang setelah semua anggota keluarga dinyatakan berangsur pulih.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Drama Cacar Air, dari Puskesmas hingga ke UGD"
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT