Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yuli Anita
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yuli Anita adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air

Kompas.com, 24 Juli 2026, 22:00 WIB

Bagaimana rasanya ketika rencana liburan harus berubah total karena harus bolak-balik mencari kepastian kondisi kesehatan orang terdekat?

Libur semester genap yang baru saja berlalu menyisakan pengalaman yang sulit kami lupakan. Semula kami telah menyusun berbagai rencana sederhana: berjalan-jalan, mencari inspirasi untuk menulis, hingga mencoba layanan Bus Transjatim. Namun semua rencana itu mendadak berubah ketika virus cacar air datang tanpa diduga.

Banyak orang mengenal cacar air sebagai penyakit yang umumnya dapat sembuh dengan sendirinya.

Meski demikian, pengalaman kami menunjukkan bahwa prosesnya tetap perlu dijalani dengan kewaspadaan, terutama ketika gejala berkembang di luar dugaan.

Semuanya bermula beberapa hari menjelang liburan. Hampir setiap malam saya merasakan demam ringan. Badan terasa kurang nyaman, tetapi keluhan itu biasanya mereda setelah mengonsumsi parasetamol atau beristirahat.

Saya menganggapnya sebagai dampak kelelahan. Menjelang pembagian rapor dan berbagai kegiatan sekolah, aktivitas memang sedang padat-padatnya. Karena pada siang hari kondisi kembali membaik, saya memilih mengabaikan gejala tersebut.

Beberapa hari kemudian, tepat setelah kegiatan sekolah selesai, saya menemukan dua bintil kecil berisi cairan di lengan saat hendak mengenakan mukena untuk salat Subuh.

Awalnya saya terkejut. Bukankah saya merasa sudah pernah mengalami cacar air sebelumnya? Bukankah banyak orang mengatakan penyakit ini biasanya hanya menyerang sekali?

Meski suhu tubuh saat itu normal, saya tetap memutuskan memeriksakan diri ke puskesmas agar memperoleh kepastian.

Setelah dilakukan pemeriksaan singkat, dokter menyatakan saya mengalami cacar air dan memberikan beberapa obat, yaitu antivirus acyclovir yang diminum lima kali sehari masing-masing dua tablet, ibuprofen bila diperlukan, vitamin, serta salep acyclovir untuk penggunaan luar.

Sekilas tentang Cacar Air

Cacar air atau varicella merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh Varicella zoster. Penyakit ini ditandai dengan munculnya ruam berupa bintil berisi cairan yang biasanya disertai rasa gatal.

Saya sempat bertanya-tanya, apakah seseorang yang pernah mengalami cacar air masih mungkin terinfeksi kembali?

Berdasarkan berbagai sumber kesehatan, kemungkinan tersebut memang ada meski relatif jarang. Risiko dapat meningkat apabila infeksi pertama terjadi sangat ringan, dialami saat masih bayi, atau ketika daya tahan tubuh sedang menurun.

Yang membuat saya cukup terkejut justru dosis obat antivirus yang diberikan. Dalam sehari saya harus mengonsumsi sepuluh tablet acyclovir.

Meski terdengar cukup banyak, saya berusaha mengikuti anjuran dokter dengan disiplin. Syukurlah, setelah beberapa hari bintil tidak bertambah dan keluhan mulai membaik.

Saya mengira cerita kami selesai sampai di situ. Ternyata belum.

Ketika Cacar Air Menular kepada Anak

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau