Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Melinda Harumsah
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Melinda Harumsah adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang

Kompas.com, 28 Juli 2026, 12:56 WIB

Taiwan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan kekayaan flora yang luar biasa. Ribuan spesies tumbuhan berbunga tumbuh di pegunungan, taman, hingga sudut-sudut kota, menghadirkan lanskap yang selalu berubah mengikuti musim.

Keindahan alamnya kerap menjadi daya tarik bagi siapa saja yang datang berkunjung. Akan tetapi, di balik pesona tersebut, Taiwan juga menjadi tempat bertemunya ribuan kisah perjuangan para perantau.

Mereka datang membawa harapan, bekerja keras di negeri yang asing, sekaligus memelihara mimpi untuk memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga yang menunggu di kampung halaman.

Bunga-bunga yang bermekaran di negeri ini seakan menjadi metafora yang indah, seperti bunga yang mampu tumbuh di tanah baru, para perantau pun belajar beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

Mereka menghadapi bahasa yang asing, budaya yang baru, serta kebiasaan yang tidak selalu sama dengan yang mereka kenal sejak kecil.

Tidak banyak orang meninggalkan rumah karena ingin menjauh dari keluarganya. Sebagian besar justru berangkat karena keadaan dan harapan.

Mereka percaya bahwa langkah yang diambil hari ini akan membuka kesempatan yang lebih baik di masa depan, baik bagi diri sendiri maupun orang-orang yang mereka cintai.

Bekal yang mereka bawa sering kali bukan berupa materi yang berlimpah. Yang menemani perjalanan justru doa orang tua, harapan keluarga, dan keyakinan bahwa setiap pengorbanan akan menemukan maknanya pada waktunya.

Di balik senyum yang terlihat ketika bekerja, belajar, atau menjalani aktivitas sehari-hari, tersimpan kerinduan yang nyaris tak pernah benar-benar hilang.

Rindu pada masakan ibu, nasihat ayah, tawa saudara, suara hujan di kampung halaman, hingga momen sederhana berkumpul bersama keluarga. Hal-hal yang dahulu terasa biasa, justru berubah menjadi kemewahan ketika jarak memisahkan.

Meski demikian, banyak perantau belajar memaknai kerinduan dengan cara yang berbeda. Rindu tidak lagi menjadi alasan untuk berhenti melangkah, melainkan menjadi pengingat tentang alasan mereka bertahan.

Setiap tetes keringat yang jatuh adalah bentuk kasih sayang kepada keluarga. Setiap kesulitan yang berhasil dilewati menjadi langkah kecil menuju kehidupan yang lebih baik.

Foto bunga-bunga yang bermekaran dengan latar budaya Taiwan mengingatkan bahwa kehidupan sering kali mempertemukan manusia dengan lingkungan yang sama sekali baru. Di tempat seperti itulah seseorang belajar lebih dari sekadar mencari penghasilan. Ia belajar menghormati budaya setempat, memahami keberagaman, serta hidup berdampingan dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda.

Pengalaman seperti itu menghadirkan pelajaran yang tidak selalu diperoleh di ruang kelas. Dari proses beradaptasi itulah tumbuh kedewasaan, empati, dan cara pandang yang semakin luas terhadap kehidupan.

Bunga juga mengajarkan bahwa keindahan tidak lahir begitu saja. Sebelum mekar, ia harus melewati panas matahari, hujan, dan terpaan angin. Begitu pula perjalanan seorang anak rantau. Mereka ditempa oleh rasa sepi, tekanan pekerjaan, tanggung jawab yang semakin besar, hingga berbagai tantangan yang datang silih berganti. Semua proses itu perlahan membentuk pribadi yang lebih kuat dan lebih matang.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau