Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
M. Gilang Riyadi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama M. Gilang Riyadi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung

Kompas.com, 28 Juli 2026, 13:59 WIB

Bandung selama ini dikenal sebagai kota yang menawarkan banyak hal untuk dicintai. Udaranya relatif sejuk, pilihan kulinernya beragam, masyarakatnya dikenal ramah, dan destinasi wisatanya selalu menjadi daya tarik bagi banyak orang.

Tidak mengherankan jika kota ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan maupun tempat tinggal yang diidamkan banyak orang.

Saya pun tumbuh dan bekerja di Bandung. Kota ini memberi banyak kenangan dan rasa nyaman karena keluarga serta sebagian besar perjalanan hidup saya berada di sini.

Namun, seperti kota besar lainnya, Bandung juga memiliki berbagai tantangan yang kerap luput dari perhatian orang luar.

Transportasi publik, misalnya, masih belum mampu sepenuhnya menjadi alternatif utama bagi masyarakat. Akibatnya, kendaraan pribadi masih mendominasi jalanan dan kemacetan menjadi persoalan sehari-hari.

Ada sejumlah titik, banjir juga masih menjadi langganan ketika hujan deras turun. Persoalan lain yang sering dikeluhkan warga adalah praktik pungutan parkir yang tidak sesuai ketentuan di beberapa kawasan.

Belakangan, ada satu persoalan yang semakin sering menjadi bahan pembicaraan warga, yakni meningkatnya kekhawatiran terhadap tindak kejahatan jalanan.

Bukan berarti Bandung berubah menjadi kota yang tidak layak dihuni. Namun, rangkaian peristiwa yang terjadi dalam waktu berdekatan membuat sebagian warga merasa perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas pada malam hari.

Ketika Kejahatan Jalanan Menjadi Perhatian Bersama

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kasus kriminal terjadi di berbagai wilayah Bandung Raya. Sebagian besar melibatkan aksi perampasan atau begal yang disertai penggunaan senjata tajam.

Beberapa di antaranya sempat menjadi perhatian publik, seperti kasus perampasan telepon genggam terhadap seorang pelari di kawasan Babakan Ciparay, aksi begal di Flyover Kopo yang mengakibatkan korban mengalami luka, hingga beberapa pelaku yang berhasil diamankan warga di kawasan Cijerah dan Gedebage. Selain itu, masyarakat juga diresahkan oleh kemunculan kelompok bermotor yang membawa senjata tajam di sejumlah wilayah.

Kasus-kasus tersebut memang memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, kemunculannya dalam rentang waktu yang relatif berdekatan membuat rasa aman masyarakat ikut terpengaruh.

Banyak warga mulai saling mengingatkan untuk lebih berhati-hati ketika bepergian, terutama pada malam hari atau saat melintasi jalan yang minim aktivitas.

Mengapa Fenomena Ini Perlu Menjadi Perhatian?

Tentu tidak ada satu penyebab tunggal yang melahirkan tindak kriminal. Faktor ekonomi kerap disebut sebagai salah satu pemicunya, meski apa pun alasannya, tindakan kriminal tetap tidak dapat dibenarkan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau