Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Efa Butar butar
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Efa Butar butar adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah

Kompas.com, 28 Juli 2026, 15:21 WIB

Ketika persoalan sampah semakin nyata dan kapasitas tempat pembuangan semakin terbatas, sejauh mana kebiasaan kecil yang kita lakukan di rumah dapat membantu mengurangi beban lingkungan?

Setiap hari, ribuan ton sampah diproduksi oleh masyarakat. Sebagian besar mungkin berakhir begitu saja di tempat pembuangan akhir, tanpa pernah kita pikirkan lagi setelah meninggalkan rumah.

Padahal, perjalanan sampah tidak berhenti ketika truk pengangkut datang. Di baliknya ada persoalan lingkungan, kesehatan, hingga keselamatan yang terus menjadi tantangan di berbagai daerah.

Salah satu gambaran paling nyata dapat dilihat di TPST Bantargebang, yang sejak 1989 menjadi lokasi pengolahan sampah utama bagi warga DKI Jakarta. Setiap hari sekitar 7.400–8.000 ton sampah masuk ke kawasan tersebut hingga membentuk gunungan sampah yang tingginya setara gedung sekitar 16 lantai.

Besarnya volume sampah bukan hanya menghadirkan persoalan lingkungan. Berbagai penelitian juga menunjukkan adanya dampak sosial yang dirasakan masyarakat di sekitar kawasan, mulai dari aspek kesehatan, ekonomi, hingga pendidikan.

Belum lama ini, longsor sampah di Zona IV TPST Bantargebang kembali menjadi pengingat bahwa persoalan sampah dapat membawa konsekuensi yang sangat serius. Longsoran tersebut terjadi ketika sejumlah truk tengah mengantre membuang muatan dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan di sekitar lokasi.

Peristiwa itu mengingatkan pada tragedi Leuwigajah di Bandung pada 2005 yang menelan ratusan korban jiwa dan masih dikenang sebagai salah satu bencana persampahan terbesar di Indonesia.

Saat Pengelolaan Sampah Memasuki Babak Baru

Berbagai peristiwa tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah mulai mendorong perubahan dalam pengelolaan sampah.

Mulai Agustus 2026, TPST Bantargebang direncanakan hanya menerima sampah residu dalam jumlah yang lebih terbatas. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebutkan bahwa nantinya hanya sekitar separuh sampah residu yang akan dibuang ke Bantargebang.

Kebijakan ini tentu menjadi sinyal bahwa pengelolaan sampah tidak lagi bisa sepenuhnya bergantung pada tempat pembuangan akhir. Kota-kota penyangga Jakarta pun perlu mulai memperkuat sistem pengelolaan sampah di wilayah masing-masing agar tidak menghadapi persoalan serupa di kemudian hari.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, sebagian besar sampah yang masuk ke Bantargebang berasal dari sisa makanan dan sampah plastik. Dua jenis sampah inilah yang sesungguhnya dapat dikurangi sejak dari rumah melalui kebiasaan sederhana.

Sampahku, Tanggung Jawabku

Beberapa waktu lalu dunia kembali memperingati Hari Tanpa Kantong Plastik Sedunia dengan tema Breaking Free from Single-Use Plastics: Towards a Sustainable Future.

Tema tersebut mengajak masyarakat mengurangi ketergantungan terhadap plastik sekali pakai dan mulai membangun kebiasaan yang lebih berkelanjutan.

Tentu bukan perkara mudah untuk benar-benar lepas dari plastik. Banyak kebutuhan sehari-hari yang masih memanfaatkannya. Namun, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai tetap menjadi langkah yang realistis untuk dilakukan.

Pada akhirnya, persoalan sampah bukan semata-mata urusan pemerintah atau petugas kebersihan. Ada bagian yang juga menjadi tanggung jawab setiap orang, yaitu mengelola sampah yang dihasilkan dari rumah masing-masing.

Memanfaatkan Kembali Reusable Bag

Sebagai blogger, pekerja lepas, sekaligus pengelola komunitas, saya cukup sering menghadiri berbagai kegiatan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau