
Saat proses pemetikan berlangsung, saya memperhatikan ada hal yang menarik.
Di sela-sela buah yang sudah matang ternyata mulai muncul bakal buah baru yang dalam istilah masyarakat setempat disebut mempollo' batik.
Bentuknya masih kecil, menyerupai ekor belalang, sehingga perlu kehati-hatian saat memetik agar bakal buah tersebut tidak ikut rusak.
Fenomena serupa juga terlihat pada beberapa pohon lainnya.
Oleh karena itu, panen kali ini lebih tepat disebut sebagai panen awal atau panen sela. Buah yang dipetik baru sebagian, sementara proses pembentukan buah berikutnya masih terus berlangsung.
Jika kondisi cuaca mendukung, panen raya cengkeh di wilayah Tana Toraja diperkirakan baru akan berlangsung sekitar Oktober hingga November mendatang.
Meski hasil panen saat ini belum sebesar musim panen utama, tetap ada rasa syukur yang menyertainya. Dari satu pohon yang sedang produktif, hasilnya dapat mencapai sekitar tiga hingga lima kilogram cengkeh kering.
Jumlah tersebut memang belum mencerminkan keseluruhan potensi panen tahun ini. Namun, cukup menjadi penanda bahwa musim cengkeh mulai bergerak.
Panen awal ini juga menjadi kesempatan bagi para petani untuk kembali menyiapkan berbagai kebutuhan menjelang musim panen yang sesungguhnya.
Mulai dari memastikan peralatan siap digunakan, memperbaiki tangga pemetik, hingga memperkirakan waktu terbaik untuk memanen buah yang akan matang dalam beberapa bulan ke depan.
Di dunia pertanian, tidak semua musim datang dengan pola yang sama. Ada kalanya panen berlangsung serempak, tetapi ada pula saat ketika alam memilih ritmenya sendiri.
Barangkali, dari musim cengkeh tahun ini kita belajar bahwa hasil tidak selalu hadir dalam waktu yang bersamaan. Ada pohon yang lebih dahulu memberi, ada pula yang masih membutuhkan waktu untuk bertumbuh.
Dan seperti para petani yang tetap sabar menunggu musim berikutnya, kita pun diajak untuk percaya bahwa setiap proses memiliki waktunya masing-masing.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Panen Cengkeh yang Tidak Serentak"
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT