Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Diantika IE
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Diantika IE adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan

Kompas.com, 19 Agustus 2026, 22:10 WIB

Bukan berarti kami memiliki harta yang melimpah ruah. Akan tetapi, alhamdulillah, sejauh ini kebutuhan masih bisa diusahakan. Dan setelah melakukan cek desil, rasa syukur itu justru bertambah.

Ternyata, rasa cukup bukan hanya tentang jumlah uang yang ada di rekening. Rasa cukup juga berkaitan dengan bagaimana kita memandang apa yang sudah dimiliki.

Ada kalanya kita merasa kekurangan bukan karena kebutuhan tidak terpenuhi, tetapi karena terlalu sering melihat apa yang dimiliki orang lain.

Setelah Cek Desil, Saatnya Belajar Mengelola Keuangan

Menurut saya, ketika seseorang mengetahui dirinya bukan sasaran bantuan pemerintah berdasarkan hasil cek desil, bukan berarti kemudian boleh merasa aman dan menghabiskan uang sesuka hati.

Justru sebaliknya. Mungkin ini saatnya belajar lebih bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan sendiri. Perencanaan keuangan menjadi penting, baik bagi orang have maupun orang haven't.

Keuangan yang sehat bukan semata-mata tentang seberapa banyak uang yang kita miliki, melainkan bagaimana kita menggunakan dan mengelolanya dengan bijak.

Perencanaan bisa dimulai dari hal sederhana. Misalnya dengan menentukan tujuan keuangan jangka pendek, menengah, dan panjang. Setelah itu, pendapatan dapat dibagi ke dalam beberapa pos sesuai kebutuhan masing-masing.

Pembagiannya tentu tidak harus selalu sama untuk setiap keluarga. Ada yang menggunakan pola 50 persen untuk kebutuhan pokok, 20 persen untuk tabungan dan investasi, serta 30 persen untuk hiburan dan keinginan.

Ada pula yang memisahkan tabungan masa depan, dana darurat, investasi, kebutuhan rutin, dan dana untuk bersenang-senang.

Tidak ada satu pola yang mutlak cocok untuk semua orang. Yang penting adalah memiliki rencana dan berusaha menjalankannya secara konsisten.

Jangan Menyimpan Sisa, tetapi Sisihkan Terlebih Dahulu

Ada satu kebiasaan yang menurut saya juga penting dalam mengatur keuangan, yaitu menyisihkan uang terlebih dahulu, bukan menyimpan sisa uang.

Sebab, kalau menunggu sisa, sering kali tidak ada yang tersisa. Kita juga perlu belajar menentukan prioritas. Mana kebutuhan dan mana keinginan?

Kalau ingin membeli sesuatu tetapi uangnya belum tersedia, tidak harus buru-buru berutang. Menabung dan membuat target bisa menjadi pilihan.

Begitu juga ketika ingin jalan-jalan, nongkrong di kafe, atau membeli barang tertentu. Kalau memang belum ada dananya, kita bisa menabung terlebih dahulu sampai uangnya cukup.

Menunda keinginan bukan berarti kita tidak mampu. Justru, kemampuan untuk menunda bisa menjadi bagian dari cara kita mengelola keuangan.

Jangan sampai hanya karena ingin terlihat sebagai orang have, kita malah memaksakan diri dengan meminjam uang ke sana kemari. Apalagi menggunakan pinjaman ilegal yang justru bisa menimbulkan persoalan baru.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau