Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nuning Sapta Rahayu
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Nuning Sapta Rahayu adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi

Kompas.com, 20 Agustus 2026, 13:44 WIB

Jangan Tunggu Sampai Tahun Ajaran Baru untuk Memperkenalkan Guru Pengganti

Pada momen ini sekolah memiliki peran penting. Jika sejak awal sudah diketahui bahwa seorang anak akan mendapatkan guru kelas baru pada tahun ajaran berikutnya, proses transisi sebaiknya tidak dimulai pada hari pertama masuk sekolah.

Untuk anak yang sangat bergantung pada hubungan dengan guru tertentu, sekolah dapat mempertimbangkan memperkenalkan calon guru barunya sekitar dua sampai tiga bulan sebelum kenaikan kelas, dengan menyesuaikan kebutuhan dan respons masing-masing anak.

Tujuannya bukan membuat anak langsung belajar penuh dengan guru baru, melainkan memberikan kesempatan untuk mengenal wajah, suara, gaya komunikasi, rutinitas, dan keberadaan guru tersebut secara bertahap.

Guru baru secara bertahap mengambil beberapa bagian kegiatan yang sebelumnya dilakukan guru lama. Misalnya membuka kegiatan, memberikan instruksi, membantu tugas, atau memberikan pujian setelah anak berhasil menyelesaikan aktivitas.

Dengan demikian, ketika tahun ajaran baru dimulai, guru baru bukan lagi sosok yang sepenuhnya asing.

Mengapa Perlu Bertahap?

Karena tujuan transisi bukan sekadar "mengganti guru", tetapi membantu anak memahami bahwa perubahan tersebut dapat berlangsung dengan aman dan dapat diprediksi.

Dalam penelitian mengenai generalisasi keterampilan pada anak autis, penggunaan variasi orang, setting, aktivitas, dan mediator dalam proses pembelajaran menjadi salah satu cara yang digunakan untuk mendukung transfer keterampilan ke konteks baru.

Dengan kata lain, transisi sebaiknya dirancang, bukan sekadar diumumkan.

Guru Lama Bukan Digantikan Seketika, tetapi Menjadi Jembatan

Ketika guru baru mulai diperkenalkan, guru lama tidak perlu langsung menghilang. Justru, hubungan yang sudah terbentuk dapat dimanfaatkan sebagai jembatan menuju hubungan baru.

Proses tersebut dapat disesuaikan dengan respons anak. Tidak harus selalu mengikuti batas waktu yang sama untuk setiap anak.

Jika anak menggunakan komunikasi visual atau bentuk komunikasi alternatif tertentu, guru baru juga perlu memahami dan menggunakan sistem komunikasi tersebut secara konsisten.

Dengan begitu, anak tidak harus mempelajari dua hal sekaligus: keterampilan yang diminta dan cara baru berkomunikasi dengan guru.

Bangun Hubungan Positif Sebelum Menambah Tuntutan

Guru baru jangan hanya hadir ketika anak harus mengerjakan tugas. Kenali terlebih dahulu apa yang menarik bagi anak. Apakah anak menyukai menggambar, musik, puzzle, kendaraan, buku, atau aktivitas tertentu?

Guru dapat masuk melalui aktivitas yang sudah familiar dan menyenangkan. Setelah hubungan mulai terbentuk, tuntutan akademik maupun rutinitas lainnya dapat ditingkatkan secara bertahap.

Tujuannya bukan sekadar membuat anak "suka" kepada guru baru, tetapi membantu anak membangun pengalaman bahwa berinteraksi dengan guru tersebut juga aman, dapat diprediksi, dan menghasilkan pengalaman positif.

Pindahkan Reinforcement Secara Bertahap

Jika selama ini Guru A yang selalu memberikan pujian ketika anak berhasil, Guru B secara bertahap dapat mengambil peran tersebut. Dengan cara tersebut, anak memperoleh pengalaman bahwa keberhasilan bersama Guru B juga mendapatkan respons positif.

Penguatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi anak, baik berupa pujian, aktivitas yang disukai, kesempatan memilih, maupun bentuk penguatan lain yang efektif bagi anak.

Yang penting, penguatan tidak digunakan sebagai "suap", melainkan sebagai bagian dari strategi pembelajaran yang terencana.

Gunakan Visual agar Anak Tidak Hanya Bergantung pada Guru

Jika semua informasi tentang kegiatan hanya berasal dari Guru A, ketergantungan terhadap guru tersebut bisa semakin kuat. Oleh karena itu, dukungan visual dapat membantu.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau