
Pada akhirnya, perjalanan singkat bersama Abah ke Bukit Palasari membuat saya pulang dengan perasaan yang berbeda.
Tetapi yang lebih penting, saya membawa pulang kesadaran bahwa hutan bukan sekadar tempat untuk mencari ketenangan ketika kita sedang lelah.
Hutan juga merupakan ruang kehidupan.
Tempat pohon tumbuh, kopi berbuah, petani bekerja, dan manusia kembali belajar bahwa keseimbangan tidak datang dengan sendirinya. Ia perlu dirawat, dijaga, dan diupayakan bersama.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Hutan yang Menyegarkan Pikiran, Mengajarkan Kehidupan"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.