Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Jujun Junaedi
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Jujun Junaedi adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 13:48 WIB

Daunnya yang lebat membantu memberikan keteduhan. Pekarangan pun terasa lebih sejuk dan nyaman, terutama ketika suhu udara di luar sedang panas.

Bagi lingkungan rumah, keberadaan pohon juga dapat membantu menjaga kondisi tanah dan menyerap air hujan. Hal ini menjadi semakin penting ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan berpotensi menimbulkan genangan di sekitar rumah.

Pohon nangka yang tidak terlalu tinggi juga dapat menjadi salah satu pilihan tanaman peneduh untuk pekarangan. Kehadirannya membuat lingkungan rumah terasa lebih asri sekaligus memberikan ruang hijau di sekitar tempat tinggal.

Kombinasi antara manfaat pangan dan lingkungan inilah yang membuat saya melihat pohon nangka sebagai semacam investasi jangka panjang bagi keluarga.

Perawatannya pun relatif sederhana. Pohon cukup mendapatkan penyiraman secara rutin dan dibersihkan dari daun-daun kering yang berjatuhan. Sampah organik dari halaman juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan kompos sehingga tidak selalu harus bergantung pada pupuk yang dibeli.

Keberadaan pohon ini kemudian mendorong kami untuk semakin memperhatikan lingkungan. Dari halaman rumah sendiri, anggota keluarga belajar bahwa menjaga alam tidak harus selalu dimulai dari sesuatu yang besar.

Hasil panen yang berlebih pun sering kami bagikan kepada tetangga dan kerabat yang datang berkunjung. Bagi kami, berbagi hasil kebun menjadi kesenangan tersendiri. Selain mengurangi hasil panen yang terbuang, kegiatan ini juga mempererat hubungan dengan orang-orang di sekitar rumah.

Pekarangan yang sebelumnya hanya menjadi ruang kosong kini berubah menjadi tempat yang lebih hijau dan produktif. Semua itu bermula dari keputusan sederhana untuk tidak membuang biji buah begitu saja.

Pengalaman Memanen dan Menikmati Hasil Panen

Memanen buah nangka selalu menjadi salah satu momen yang ditunggu keluarga. Karena beberapa buah tumbuh di bagian batang yang rendah, kami bisa memetiknya dengan relatif mudah. Anak-anak pun dapat ikut melihat dan membantu dalam proses memanen.

Ketika musim panen tiba, aroma khas nangka matang mulai tercium dari halaman rumah. Buah dipetik dengan hati-hati agar tidak merusak kulit maupun buah-buah muda yang masih tumbuh di sekitarnya.

Nangka muda biasanya langsung kami olah menjadi masakan tradisional untuk makan bersama. Ada kepuasan tersendiri ketika menyantap masakan yang bahan utamanya berasal dari halaman rumah sendiri.

Sementara itu, buah yang sudah matang dapat dinikmati langsung. Dagingnya yang tebal dan manis menjadi hidangan sederhana yang disukai anggota keluarga.

Menikmati hasil tanaman sendiri memang memberikan kebahagiaan yang sulit diukur hanya dengan uang. Ada rasa puas karena bisa melihat sendiri perjalanan sebuah tanaman, mulai dari biji kecil hingga akhirnya menghasilkan buah.

Merawat tanaman dari awal hingga berbuah juga mengajarkan tentang kesabaran. Tidak ada hasil yang datang dalam semalam. Ada proses panjang yang harus dilalui sebelum akhirnya kita dapat menikmati hasilnya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau