Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nurul Rahmawati
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Nurul Rahmawati adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya

Kompas.com, 21 Agustus 2026, 21:59 WIB

Akan ada pada satu masa kita berada dalam sebuah pertemanan yang begitu dekat, lalu tanpa pernah benar-benar mengucapkan selamat tinggal, hubungan itu perlahan menjauh.

Namun, apakah setiap pertemanan memang harus bertahan selamanya atau ada kalanya dua orang perlu menerima bahwa hubungan yang pernah begitu berarti akhirnya sampai pada batasnya?

"Loh, Mbak Dal Mi ke mana? Biasanya kan di mana ada Nurul, di situ ada Mbak Dal Mi? Apa kalian lagi berantem?"

"Hahahaha, ngapain berantem? Sudah sama-sama emak-emak begini, malu sama umur. Lebih tepatnya, kami berdua sudah pecah kongsi. Sudah jalan sendiri-sendiri."

Saya tertawa, berusaha menutupi nyeri yang tiba-tiba terasa di ulu hati. Rupanya, bukan hanya satu-dua orang yang menyadari perubahan itu. Beberapa rekan dan kolega kami juga sempat bertanya.

"Nurul sama Dal Mi ada masalah apa, ya? Biasanya seperti Dwitunggal Soekarno-Hatta. Kalau ada project, selalu handling berdua. Kenapa sekarang berubah?"

Baiklah, saya coba ceritakan pelan-pelan.

***

Awal Pertemanan Bermula dari Kompasiana

Kami berdua sama-sama blogger dan Kompasianer. Pertemuan pertama terjadi di sebuah acara di salah satu mal besar di Surabaya, belasan tahun silam.

Seingat saya, waktu itu ada Mas Isjet, Mas Arif Khunaifi, Mas Nuzul (almarhum), dan sejumlah Kompasianer lainnya.

Saat itu saya masih clueless, bingung hendak berbicara tentang apa dan dengan siapa. Tiba-tiba, ada seorang perempuan yang begitu ramah dan talkative menghampiri saya. Tidak butuh waktu lama, kami sudah berbincang tentang banyak hal.

Ada banyak irisan dalam pergaulan kami. Pada masa lalu, kami sama-sama pernah bekerja sebagai anak buah Dahlan Iskan. Dia mengenal teman saya, begitu pula sebaliknya. Tidak heran, dua emak yang baru pertama kali bertemu bisa langsung mengobrol panjang.

Kebetulan lainnya, tempat tinggal kami hanya berjarak sekitar dua kilometer. Banyak sekali hal yang membuat pertemuan itu terasa menyenangkan.

"Save nomor WA-ku ya, Mba."

"Okay."

Sejak saat itu, kami mulai sering bertemu di berbagai acara dan campaign blogger.

Mbak Dal Mi—ini nama samaran—adalah tipe orang yang telaten me-lobby calon klien. Kami bahkan pernah menjulukinya sebagai "emaknya blogger Surabaya".

Berkali-kali Mbak Dal Mi menjadi "fasilitator rezeki" bagi kami. Uniknya, menurut pengakuannya, saya selalu menjadi orang pertama yang ia hubungi.

"Enaknya blogger si D diajak atau enggak ya?"

"Mba, kira-kira konsep acara gathering blogger minggu depan seperti apa?"

"Ini tim brand menghubungi aku, tanya kira-kira goodie bag untuk peserta umum dan pemenang isinya apa saja."

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau