Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Ire Rosana Ullail
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Ire Rosana Ullail adalah seorang yang berprofesi sebagai Administrasi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Seharian di Cipete dan Sekitarnya

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 11:47 WIB

Belakangan saya mengetahui bahwa Hayao Miyazaki memang kerap menekankan hubungan antara manusia dan alam dalam karya-karyanya.

Mungkin itu pula yang membuat saya merasa seperti sedang memasuki dunia Ghibli ketika pertama kali menginjakkan kaki di Membumi Kopi.

Kami datang pada waktu yang cukup tanggung. Siang sudah lewat, tetapi sore belum benar-benar tiba. Perut pun sudah kenyang sehingga kami tidak mencari makanan lagi.

Kami hanya memesan segelas kopi panas dan es cokelat, kemudian memilih duduk di salah satu sudut yang menurut kami cukup menarik.

Sejujurnya, tempat ini tidak terlalu besar. Lokasinya berada di dalam gang, sementara area duduk tersedia di sisi kanan dan kiri jalan.

Bisa dibilang, tempat ini menyerupai teras rumah dengan lebar sekitar 1,5 meter yang ditata sedemikian rupa. Sebagian meja dan kursi lainnya berada di seberang jalan yang masih aktif dilalui kendaraan.

Meski kecil dan sederhana, penataan dengan unsur alami membuat tempat ini terasa menarik dan cukup instagrammable. Sulit rasanya untuk tidak mengeluarkan ponsel ketika berada di sana.

Ketika kami datang, hampir tidak ada pengunjung lain. Hanya ada seorang perempuan dengan rambut yang hampir plontos. Belakangan saya baru mengetahui bahwa ia juga merupakan seorang kawan dari dunia blogger.

Meski saat itu suasananya cukup sepi, kabarnya Membumi Kopi ramai dikunjungi ketika akhir pekan.

Kawan saya yang memilih tempat ini. Ia memang senang mendatangi kafe-kafe unik dan memiliki karakter berbeda.

Kami kemudian berbincang tentang kafe-kafe unik di berbagai negara, termasuk Vietnam, sekaligus membicarakan kemungkinan untuk mengunjunginya suatu hari nanti.

Dari situ saya baru menyadari bahwa sebuah tempat yang unik ternyata bisa menjadi pintu masuk menuju pembicaraan tentang tempat-tempat unik lainnya. Bahkan, sebuah kunjungan sederhana ke sebuah kafe bisa menumbuhkan keinginan untuk melakukan perjalanan yang lebih jauh.

Apa Jadinya Cipete Tanpa Kopi Tuku?

Bisa dibilang saya cukup terlambat mengetahui bahwa gerai pertama Kopi Tuku berada di Cipete.

Maklum, saya bukan penikmat kopi dan bisa dibilang cukup awam soal minuman yang satu ini. Saya justru baru mengetahui keberadaan gerai tersebut setelah nama Kopi Tuku digunakan sebagai bagian dari nama Stasiun MRT Cipete Raya Tuku.

Saat itu, banyak orang membicarakannya. Salah satu pertanyaan yang muncul adalah berapa besar nilai yang dikeluarkan Kopi Tuku untuk menggunakan nama tersebut.

Karena sebelumnya kami sudah mendatangi dua tempat makan, saya sendiri sudah cukup kenyang dan memilih tidak memesan kopi. Kawan saya akhirnya membeli kopi, sementara saya hanya membeli sepotong bolu wortel.

Sebenarnya, mengunjungi gerai pertama Kopi Tuku memang sudah masuk dalam wishlist saya.

Kapan lagi bisa mampir ke gerai pertama sebuah merek kopi yang namanya cukup dikenal luas?

Sekali lagi, saya perlu mengakui bahwa saya tidak terlalu memahami kopi. Bahkan, mencoba Kopi Tuku baru saya lakukan sekali seumur hidup.

Namun, nama Kopi Tuku cukup sering sampai ke telinga saya.

Pernah ada saudara yang datang dari Pontianak dan salah satu tujuannya ketika berada di Jakarta adalah mengunjungi Kopi Tuku. Ia bahkan membeli kopi dalam jumlah cukup banyak untuk dibawa pulang sebagai oleh-oleh.

Ada pula kawan dari Semarang yang setiap beberapa bulan sekali meluangkan waktu datang ke Jakarta untuk ngopi dan selalu menyempatkan diri mampir ke Kopi Tuku.

Saya sendiri tidak sepenuhnya memahami apa yang membuat kopi tersebut begitu populer. Namun, cerita-cerita semacam itu justru membuat saya semakin penasaran.

Gerai Kopi Tuku di Cipete terbagi menjadi dua bagian. Ada Toko Kopi Tuku yang menjual minuman dan makanan, serta Toko Serba Tuku yang menyediakan berbagai merchandise.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau