Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Airani Listia
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Airani Listia adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 12:39 WIB

Ketika mual dan muntah datang berulang kali, tubuh terasa lemas, emosi mudah berubah, tetapi pekerjaan rumah dan berbagai tanggung jawab tetap harus dijalani?

Pagi itu saya muntah cukup banyak. Rasa mual yang berlebihan membuat tubuh terasa sangat lemas. Saya mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuh ini. Saat mengASIhi, terasa begitu nyeri.

Ketika memerhatikan bagian perut, saya juga melihat perubahan. Perut terasa begah dan lebih besar dari biasanya.

Dari situlah saya memutuskan melakukan tespek. Saya membeli sebuah tespek tanpa sepengetahuan suami, kemudian menggunakannya pada pagi hari. Benar saja, hasilnya positif. Suami pun tidak menyangka dengan kehamilan ini.

Sejak saat itu, saya mengalami morning sickness yang cukup berat pada awal kehamilan. Hampir setiap hari saya merasa mual dan muntah. Bahkan, dalam sehari saya bisa muntah beberapa kali. Apa yang sudah saya makan terkadang keluar kembali beberapa saat setelah makan.

Ada kalanya saya harus menahan rasa mual yang begitu kuat agar tidak muntah dan berharap nutrisi dari makanan tetap dapat diserap tubuh untuk kebutuhan janin. Tubuh pun sering terasa sangat lemas.

Namun, aktivitas sehari-hari tetap harus berjalan. Saya masih perlu memasak untuk anak-anak, membersihkan rumah, dan mengurus berbagai keperluan lainnya. Biasanya saya hanya beristirahat sebentar, menunggu tubuh terasa lebih baik, lalu kembali melanjutkan aktivitas.

Yang membuat saya cukup bingung, mual dan muntah pada kehamilan kali ini terasa lebih berat. Pada kehamilan sebelumnya, saya memang mengalami mual dan muntah, tetapi tidak seperti ini. Kali ini, rasa mual seperti tidak mengenal waktu. Pagi hari bisa beberapa kali muntah, begitu pula siang dan malam.

Kondisi tersebut tentu cukup mengganggu aktivitas. Mungkin bahkan sangat mengganggu. Namun, namanya juga rutinitas, masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebagai perempuan, saya berusaha tetap menjalani semuanya semampu saya.

Belakangan saya mengetahui bahwa morning sickness merupakan kondisi mual dan muntah yang cukup sering dialami ibu hamil. 

Dalam penjelasannya, sebagian besar ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.

Pada kondisi yang lebih berat, mual dan muntah dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan sehingga membutuhkan penanganan medis.

Penyebab utama morning sickness diduga berkaitan dengan perubahan hormon pada awal kehamilan. Kondisi tertentu yang dialami ibu hamil juga dapat berpengaruh, seperti stres dan obesitas. Pada kehamilan kembar, mual dan muntah juga dapat terasa lebih berat.

Pemicu mual pun dapat berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Saya sendiri menjadi kurang menyukai aroma air yang mengalir ketika pertama kali menyalakan keran pada pagi hari. Makanan yang terlalu pedas juga terkadang membuat saya merasa mual. Pernah pula saya merasa mual ketika mencium aroma makanan tertentu yang sebelum hamil justru sangat saya sukai.

Karena itu, pengalaman setiap ibu hamil bisa berbeda. Apa yang terasa biasa bagi seseorang belum tentu terasa sama bagi ibu hamil lainnya.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau