Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sri Maryati
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Sri Maryati adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Bandung, Kota yang Memberi Ruang bagi Tumbuhnya Bakat

Kompas.com, 16 September 2026, 12:31 WIB

Mengapa Bandung kerap menjadi pilihan keluarga dari berbagai daerah untuk menyekolahkan anak, dan apa yang membuat kota ini dianggap mampu menjadi ruang yang subur bagi tumbuhnya bakat, kreativitas, hingga keterampilan vokasional?

Semakin banyak orang tua dari berbagai daerah yang memilih menyekolahkan anaknya di Bandung. Bahkan, tidak sedikit keluarga yang tinggal di luar Pulau Jawa yang mengirimkan anak mereka ke Bandung sejak jenjang SMA atau SMK.

Pilihan tersebut tentu tidak muncul tanpa alasan. Bandung kerap dipandang sebagai kota yang memiliki lingkungan yang mendukung perkembangan bakat dan keterampilan vokasional, termasuk di bidang entertainment yang terus berkembang mengikuti perubahan zaman.

Kreativitas seolah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan Kota Bandung. Bagi kota ini, kreativitas dapat menjadi salah satu kekuatan penting untuk menghadapi masa depan.

Kreativitas lahir dari bakat dan gagasan individu yang hidup di dalam masyarakat. Oleh karena itu, potensi tersebut perlu terus dikembangkan, terutama ketika dunia semakin membutuhkan sumber daya manusia yang mampu berpikir kreatif untuk menghadapi berbagai tantangan dan memenangkan persaingan.

Kreativitas bahkan dapat menjadi bagian dari identitas sebuah kota. Bandung seolah memiliki cara pandang tersendiri dalam melihat berbagai persoalan. Ada kecenderungan untuk mencoba melihat sesuatu dari sudut yang berbeda, termasuk menemukan peluang yang mungkin luput dari perhatian pihak lain.

Sejarah juga mencatat pengakuan internasional terhadap kreativitas Bandung melalui UNESCO yang menetapkan Bandung sebagai City of Design. Berdasarkan data capaian ekonomi kreatif pada 2024, sektor kuliner mencapai 1.500 unit dan fesyen 1.140 unit. Dua sektor tersebut merupakan sektor dengan jumlah pelaku tertinggi, disusul oleh kriya dan aplikasi.

Potensi tersebut tentu perlu terus dikembangkan. Menyuburkan bakat-bakat warga kota sekaligus membuka ruang bagi masyarakat dari luar Bandung untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif di berbagai kelurahan dapat menjadi salah satu langkah penting. Untuk itu, kebijakan yang mendukung pengembangan kreativitas perlu terus diperkuat dan dibuat semakin efektif.

Pada saat yang sama, Bandung memiliki peluang untuk terus meneguhkan posisinya sebagai bagian dari Jaringan Kota Kreatif UNESCO bersama ratusan kota lain di seluruh dunia.

Bandung Melepas Rutinitas Kehidupan

Pada dasarnya, kreativitas dapat berkembang di berbagai bidang selama lingkungan, baik organisasi maupun masyarakat, memberikan penghargaan dan ruang yang cukup bagi individu untuk berkreasi. Sebaliknya, ketika ruang tersebut terlalu terbatas, individu yang memiliki dorongan kreatif dapat merasa terhambat dan akhirnya kembali terjebak dalam rutinitas.

Bandung memiliki suasana yang memungkinkan orang melihat rutinitas kehidupan dari perspektif yang berbeda. Kota ini dapat menjadi ruang untuk mengubah pekerjaan yang rutin menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan dan memberi kesempatan bagi seseorang untuk mencoba pendekatan baru.

Itulah sebabnya Root Bernstein, penulis buku Sparks of Genius, menekankan pentingnya sumber daya manusia untuk keluar dari cara kerja yang rutin agar dapat melihat persoalan pekerjaan dengan cara yang baru.

Hal serupa juga tercermin dalam filosofi IDEO, konsultan desain terkemuka di dunia, yang menempatkan rutinitas sebagai salah satu tantangan utama bagi kreativitas dan inovasi.

Untuk menumbuhkan kreativitas, dibutuhkan lingkungan yang kondusif dan menyenangkan. Lingkungan semacam ini dapat dibangun melalui suasana yang terbuka, adanya ruang untuk bercanda dan menikmati proses, serta kesempatan bagi individu untuk melakukan simulasi, permainan, maupun berbagai percobaan.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau