Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
kaekaha
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama kaekaha adalah seorang yang berprofesi sebagai Wiraswasta. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Radio dan Sebuah Ruang untuk Menyalurkan Keresahan

Kompas.com, 16 September 2026, 15:12 WIB

Ketika sebuah impian masa kecil harus berhenti karena keadaan, bisakah musik dan radio menjadi ruang untuk menemukan kembali arah, menyalurkan kegelisahan, sekaligus mengubah kekecewaan menjadi energi kreatif?

Ada sebuah masa ketika impian masa kecil saya harus karam tepat di depan mata. Kelainan buta warna yang terlambat diketahui memupus harapan untuk menekuni bidang sains yang sebelumnya begitu saya cita-citakan.

Keadaan membuat saya harus berputar arah. Saya pindah ke jurusan sosial, sebuah lanskap yang saat itu terasa begitu asing bagi saya.

Sebagai anak muda, perubahan itu tentu tidak mudah diterima. Ada rasa frustrasi, kegundahan, sekaligus energi yang begitu besar dan belum tahu harus disalurkan ke mana. Namun, justru pada masa yang cukup sulit itu, Tuhan membukakan pintu lain yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan: dunia entertainment, khususnya musik dan radio.

Gelombang radio dan musik yang semula hanya menjadi hobi terpendam sejak SMA seperti kembali memanggil. Bersama kawan-kawan yang memiliki pengalaman serupa dan sama-sama berhadapan dengan ironi buta warna, kami mencoba merajut kegundahan, kekecewaan, dan kemarahan menjadi komposisi musik yang distorsif, mengikuti musik cadas yang kami sukai.

Musik rock dan metal era 90an yang saat itu sedang begitu kuat gaungnya menjadi semacam "ruang penyembuhan" awal bagi kami.

Kami mengikuti festival demi festival musik di berbagai pelosok Nusantara. Energi dan gairah anak muda yang sebelumnya terasa seperti kemarahan perlahan menemukan bentuknya melalui kreativitas di atas panggung.

Dari lingkar pertemanan dengan banyak orang yang memiliki latar belakang dan kepentingan beragam itu pula, perjalanan saya kemudian membawa saya semakin dekat dengan dunia radio. Saya mulai mengenal lebih jauh bilik kedap suara, studio musik, dan studio radio yang cukup dikenal di sekitar kampus.

Saya kemudian dipercaya memegang posisi Music Director (MD) di dua stasiun radio sekaligus yang kebetulan masih berada dalam satu keluarga usaha.

Menurut bos saat itu, salah satu alasannya adalah karena cukup sulit menemukan musisi yang juga aktif sebagai penyiar, atau sebaliknya, penyiar yang juga merupakan musisi aktif dan memiliki literasi musik yang cukup baik. Apalagi, saat itu musik rock sedang berada dalam masa yang sangat bergairah.

Karena latar belakang tersebut pula, saya dipercaya mengasuh beberapa program yang berkaitan dengan literasi musik. Salah satunya adalah "Rock Nation", yang saat itu menjadi salah satu program yang ikut mewarnai tren musik rock yang digandrungi anak-anak muda.

Bagi jiwa muda saya yang sedang penuh energi, ruang siar berukuran sekitar 3 x 4 meter dengan berbagai perangkat yang saat itu masih analog tiba-tiba terasa seperti sebuah laboratorium kreativitas sekaligus ruang hiburan yang luar biasa.

Di depan mikrofon condenser, berbagai gejolak, ketegangan, dan energi yang sebelumnya menumpuk menemukan salurannya.

Dunia broadcasting menantang naluri seni saya. Saya belajar bagaimana mengubah riak emosi menjadi intonasi suara yang menarik, memilih daftar lagu yang sesuai dengan suasana psikologis pendengar, hingga mencairkan malam melalui dialog spontan yang tetap komunikatif.

Siaran radio akhirnya menjadi ruang katarsis bagi saya. Di sanalah saya dapat mengekspresikan naluri untuk menghibur secara lebih utuh, tanpa harus terlalu banyak berpura-pura atau membuat sesuatu yang tidak sesuai dengan diri sendiri.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau