Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Maria Tanjung Sari
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Maria Tanjung Sari adalah seorang yang berprofesi sebagai Full Time Blogger. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Tak Perlu Membandingkan Proses Hijrah dengan Orang Lain

Kompas.com, 28 Juni 2026, 14:47 WIB

Hijrah sering dimaknai sebagai perpindahan. Dalam kehidupan sehari-hari, maknanya jauh lebih luas daripada sekadar berpindah tempat.

Hijrah dapat menjadi titik balik ketika seseorang memutuskan meninggalkan kebiasaan lama, cara pandang yang tidak lagi sehat, atau kehidupan yang terasa stagnan, menuju kehidupan yang dianggap lebih baik dan lebih bermakna.

Namun, proses itu tidak selalu berjalan mulus. Keputusan seseorang untuk berubah sering kali tidak disambut dengan dukungan penuh. Ada kalanya justru muncul komentar sinis, keraguan, bahkan anggapan bahwa pilihan tersebut merupakan langkah mundur.

Mengapa perubahan yang sejatinya bersifat positif terkadang dipandang sebelah mata? Dan bagaimana sebaiknya kita menyikapi kenyataan bahwa setiap orang memiliki ritme perubahan yang berbeda?

Boleh jadi, kita pernah melihat seseorang yang memutuskan mengubah arah hidupnya. Ada yang memilih lebih mendekatkan diri kepada nilai-nilai agama, ada yang meninggalkan pekerjaan demi keseimbangan hidup, ada pula yang memilih lingkungan pergaulan yang lebih sehat. Tidak jarang keputusan-keputusan semacam itu dipertanyakan oleh orang lain.

Padahal, setiap perubahan biasanya lahir dari pergulatan yang tidak selalu tampak di permukaan. Kita mungkin melihat hasil akhirnya, tetapi tidak mengetahui proses panjang yang mendahuluinya.

Di tengah kehidupan modern, ukuran keberhasilan sering kali dilekatkan pada pencapaian karier, kondisi finansial, popularitas, atau gaya hidup tertentu. Ketika seseorang memilih jalan yang berbeda dari ukuran-ukuran tersebut, tidak sedikit yang menganggapnya sebagai langkah mundur.

Misalnya, seseorang yang meninggalkan pekerjaan bergaji tinggi demi pekerjaan yang lebih sederhana tetapi memberi ruang bagi keluarga dan kesehatan mental. Dari luar, keputusan itu mungkin terlihat sebagai penurunan.

Namun, bagi orang yang menjalaninya, bisa jadi justru itulah bentuk kemajuan yang selama ini dicari.

Ada pula faktor lain yang membuat perubahan seseorang kerap memunculkan respons negatif. Perubahan orang lain terkadang menjadi cermin yang mengajak kita melihat diri sendiri. Tidak semua orang merasa nyaman dengan cermin semacam itu.

Oleh karena itu, komentar seperti "terlalu berubah", "berlebihan", atau bahkan "ikut-ikutan" terkadang muncul sebagai respons spontan, meski belum tentu menggambarkan kenyataan yang sesungguhnya.

Di sisi lain, tidak semua orang memahami perjalanan batin yang dialami seseorang sebelum memutuskan berubah.

Ada yang melalui kegagalan, kehilangan, kelelahan, atau pencarian panjang yang tidak diketahui siapa pun. Tanpa mengetahui cerita di baliknya, penilaian yang muncul sering kali menjadi terlalu sederhana.

Jadi, yang juga perlu dipahami, hijrah tidak selalu tampak dari perubahan yang kasatmata.

Ada orang yang berhijrah dengan mengubah cara berpikirnya. Ia berusaha meninggalkan prasangka, belajar lebih banyak berempati, dan tidak lagi mudah menghakimi orang lain.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Anak Belajar Mengenal Tradisi Daerah lewat Karnaval Budaya
Kata Netizen
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Sekolah dan Kuliah Gratis, Apakah Kesempatan Belajar Jadi Setara?
Kata Netizen
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Cerita Musim Kemarau di NTT, dari Pohon Lontar ke Gula Lempeng
Kata Netizen
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Mengenal TB Lebih Dekat, dari Penularan hingga Pencegahannya
Kata Netizen
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Ketemu Vitamin A-syik saat Jogging Malam di Manahan
Kata Netizen
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Menjadi Guru Tak Cukup Hanya dengan Keikhlasan
Kata Netizen
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Anggrek Membawa Saya Kembali kepada Kuntowijoyo
Kata Netizen
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Mindfulness Bukan Sekadar Menjauh dari Kabar Buruk
Kata Netizen
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Menyusuri Jejak Sejarah Kali Pepe di Tengah Kota Solo
Kata Netizen
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Karhutla Mapongka Mendekati Bandara dan Sekolah Rakyat
Kata Netizen
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kesendirian Tak Lagi Menjadi Sesuatu yang Menakutkan
Kata Netizen
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Brokoli Kuning dan Cara Sederhana Membuat Taman Lebih Hidup
Kata Netizen
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Keluarga Stucky, di Balik Awal Pendidikan Perempuan di Malang
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau