Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Listhia H. Rahman
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Listhia H. Rahman adalah seorang yang berprofesi sebagai Ahli Gizi. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda

Kompas.com, 28 Juli 2026, 14:25 WIB

Adakah yang berubah ketika posisi kita berganti, sementara kenangannya tetap tersimpan?

Rasanya seperti baru kemarin saya meminta izin kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) untuk tidak mengikuti survei lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Alasan yang saya sampaikan saat itu terdengar tidak biasa, tetapi memang benar adanya: saya baru saja mengikuti sebuah perjamuan bersama Presiden Republik Indonesia di Istana Negara. Kesempatan tersebut saya peroleh melalui Kompasiana.

Namun, ada cerita lain yang melatarbelakangi izin tersebut. Penyebab utamanya justru karena saya terlambat tiba di stasiun sehingga ketinggalan kereta menuju lokasi survei.

Peristiwa itu masih tersimpan jelas dalam ingatan. Saat itu saya adalah seorang mahasiswa yang bersiap menjalani KKN pada periode Januari-Februari di salah satu desa di Kabupaten Semarang. Banyak hal terasa baru, mulai dari mengenal lokasi pengabdian hingga mempersiapkan diri menghadapi kehidupan di tengah masyarakat.

Waktu berjalan begitu cepat. Kini, saya kembali berhadapan dengan KKN, tetapi bukan lagi sebagai mahasiswa. Saya hadir sebagai Dosen Pembimbing Lapangan yang bertugas mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Perubahan posisi tersebut menghadirkan sudut pandang yang sama sekali berbeda.

Memahami Peran dari Sisi yang Berbeda

Ketika menjadi mahasiswa, saya lebih banyak memikirkan bagaimana menyelesaikan program kerja dan beradaptasi dengan lingkungan desa. Kini, sebagai DPL, saya mulai memahami mengapa peran seorang pembimbing begitu penting.

Mendampingi mahasiswa yang baru pertama kali terjun langsung ke masyarakat bukanlah tugas sederhana. Selain memastikan program berjalan sesuai tujuan, seorang DPL juga perlu membantu mahasiswa menghadapi berbagai dinamika yang muncul di lapangan. Di situlah pengalaman pribadi saat menjalani KKN dahulu terasa sangat berharga.

Saya teringat masa ketika harus menyesuaikan diri dengan program KKN tematik yang cukup jauh dari latar belakang keilmuan saya.

Sebagai mahasiswa bidang gizi, saya pernah mendapat tugas yang lebih dekat dengan bidang teknik. Saat itu tantangannya terasa besar, tetapi pada akhirnya dapat diselesaikan bersama tim.

Pengalaman tersebut kini menjadi bekal saat mendampingi mahasiswa.

Menariknya, saya melihat situasi yang hampir serupa pada mahasiswa bimbingan saya. Mereka juga memperoleh tugas khusus melalui program kerja sama dengan mitra, kali ini berkaitan dengan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Melihat semangat mereka mengingatkan saya pada diri sendiri beberapa tahun lalu. Perbedaannya hanya satu: kini saya berada di sisi yang berbeda.

Saya pun sering mengatakan kepada mereka, "Saya juga pernah berada di posisi kalian. Percayalah, kalian juga bisa melewati proses ini."

Menjadi DPL Sekaligus Pembelajar

Ini merupakan pengalaman pertama saya menjadi DPL dalam skema KKN. Sebelumnya saya memang pernah mendampingi mahasiswa di desa, tetapi belum dalam format Kuliah Kerja Nyata seperti sekarang.

Pengalaman ini membuat saya semakin percaya bahwa menjadi dosen berarti menjadi pembelajar sepanjang hayat. Tidak hanya mahasiswa yang belajar selama KKN berlangsung, dosen pun terus belajar memahami dinamika lapangan dan karakter mahasiswa yang terus berkembang.

Setiap generasi tentu memiliki pendekatan yang berbeda. Mahasiswa hari ini tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat akrab dengan media sosial. Karena itu, saya mencoba menerapkan pendekatan yang lebih cair alias serius, tetapi tetap santai.

Selama tidak keluar dari tujuan pembelajaran, saya tidak keberatan ketika mereka ingin mendokumentasikan kegiatan melalui media sosial atau membuat konten kreatif selama proses KKN berlangsung. Justru cara seperti itu dapat menjadi sarana untuk menceritakan berbagai praktik baik yang mereka lakukan di masyarakat.

Menulis sebagai Bagian dari Pengabdian

Salah satu pesan yang saya sampaikan kepada mahasiswa adalah pentingnya mendokumentasikan pengalaman mereka melalui tulisan.

Kebetulan, dalam program KKN kali ini mereka memang memiliki kewajiban menghasilkan artikel yang dipublikasikan di media. Saya kemudian memperkenalkan Kompasiana sebagai salah satu alternatif karena proses publikasinya relatif mudah dan telah menyediakan kanal khusus untuk tulisan bertema KKN.

Bagi saya, menulis bukan sekadar memenuhi tugas akademik.

Tulisan merupakan cara mengabadikan proses belajar yang tidak selalu dapat direkam melalui foto atau laporan resmi. Di dalamnya tersimpan pengalaman, refleksi, tantangan, hingga pelajaran yang mungkin suatu hari nanti akan dikenang kembali.

Saya merasakan sendiri manfaatnya. Tulisan-tulisan yang saya buat ketika masih menjalani KKN bertahun-tahun lalu masih dapat saya baca hingga sekarang.

Setiap kali membukanya, berbagai kenangan yang sempat memudar kembali hadir dengan begitu jelas. Saya tidak hanya mengingat bahwa pernah menjalani KKN, tetapi juga mengingat bagaimana proses itu membentuk cara pandang saya terhadap masyarakat.

Oleh karena itulah saya selalu mendorong mahasiswa untuk menulis dengan sungguh-sungguh.

Suatu saat nanti, ketika mereka telah menyelesaikan studi dan menekuni profesi masing-masing, tulisan-tulisan itu mungkin akan menjadi pengingat tentang masa ketika mereka belajar mengabdi, bekerja sama, sekaligus mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat.

KKN pada akhirnya memang berlangsung hanya dalam hitungan minggu. Namun, pengalaman yang dibawanya sering kali bertahan jauh lebih lama.

Bahkan, ketika suatu hari nanti seseorang kembali ke dunia KKN dengan peran yang berbeda, kenangan-kenangan itu tetap menemukan jalannya untuk kembali hidup.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dulu Jadi Mahasiswa KKN, Kini Jadi DPL KKN"

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT


Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Faktanya, Tak Semua Buku Impor Orisinal
Kata Netizen
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Seberapa Penting Keterbukaan Finansial dalam Rumah Tangga?
Kata Netizen
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Reusable Bag hingga Panen Kompos, Langkah Kecil Mengurangi Sampah
Kata Netizen
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kembali KKN dengan Peran yang Berbeda
Kata Netizen
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Meningkatnya Kejahatan Jalanan, Keresahan Bersama di Bandung
Kata Netizen
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Mekar di Negeri Orang, Menjaga Harapan untuk Pulang
Kata Netizen
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga
Kata Netizen
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Sastra Indonesia dan Peluang Menjadi Wirausahawan Literasi
Kata Netizen
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Liburan yang Tak Terlupakan karena Cacar Air
Kata Netizen
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Realitas Keuangan ASN yang Jarang Orang Ketahui
Kata Netizen
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Di Balik Semua Stereotip ASN, Mana yang Benar?
Kata Netizen
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Main-main ke Kabupaten Semarang, Ada Wisata Apa?
Kata Netizen
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Mainan Tradisional Mengajarkan Kreativitas di Lingkungan Sekolah
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau