
Pada awalnya kebiasaan baru ini terasa cukup merepotkan. Kami membutuhkan wadah tambahan dan harus meluangkan waktu mengantarkan sampah organik ke lokasi pengumpulan.
Akhirnya kami mencoba membuat pot biopori sederhana menggunakan botol bekas minyak goreng yang telah dibersihkan.
Botol tersebut dilubangi, kemudian ditanam di dalam pot besar di depan rumah. Sejak saat itu, sisa nasi, kulit buah, potongan sayur, maupun sisa makanan lainnya langsung dimasukkan ke dalam pot biopori.
Belakangan, melalui diskusi dengan sesama Kompasianer, saya mendapat banyak pengetahuan baru. Misalnya, sisa daging dan ikan sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam pot karena berpotensi mengundang belatung maupun tikus.
Saya juga mulai rutin menuangkan air cucian beras ke dalam pot setelah mengetahui bahwa cairan tersebut dapat membantu menyediakan nutrisi bagi mikroorganisme yang berperan dalam proses pengomposan.
Hasilnya cukup menyenangkan. Beberapa waktu lalu kami berhasil memanen kompos pertama dari pot biopori tersebut. Jumlahnya memang belum banyak, tetapi cukup untuk digunakan sebagai media tanam bibit cabai di depan rumah.
Pengalaman sederhana itu justru membuat kami semakin bersemangat untuk terus mengolah sampah organik sendiri.
Langkah Kecil yang Tetap Bermakna
Apakah setelah melakukan semua itu rumah kami benar-benar bebas sampah? Tentu belum.
Masih ada sampah residu seperti tisu bekas, pembalut, spons rusak, dan berbagai jenis sampah lain yang belum bisa kami olah sendiri.
Namun, pengalaman ini mengajarkan bahwa mengurangi sampah tidak harus dimulai dengan langkah besar.
Kebiasaan membawa botol minum sendiri, memanfaatkan kembali reusable bag, memilah sampah bernilai ekonomi, mengurangi belanja yang tidak perlu, hingga mengolah sampah organik di rumah merupakan ikhtiar sederhana yang jika dilakukan secara konsisten dapat membantu mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
Mungkin langkah-langkah tersebut belum sempurna. Namun, setiap keputusan kecil yang kita ambil hari ini dapat menjadi bagian dari solusi atas persoalan sampah yang semakin besar.
Kalau ini cara saya belajar bertanggung jawab terhadap sampah dari rumah, bagaimana dengan ceritamu?
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dari Reusable Bag, Tumblr Orange hingga Panen Kompos Pertama dari Pot Biopori di Depan Rumah"
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT