
Para pakar juga kerap mengaitkan kreativitas dengan pola berpikir divergen yang diasosiasikan dengan fungsi otak kanan. Pola berpikir ini memungkinkan seseorang melihat persoalan dari berbagai sudut dan tidak hanya terpaku pada apa yang terlihat secara langsung.
Dengan berbagai informasi yang tersedia, seseorang dapat mempertimbangkan persoalan dalam ruang lingkup yang lebih luas dan komprehensif. Sebaliknya, pola berpikir konvergen yang diasosiasikan dengan otak kiri cenderung mengarahkan perhatian pada satu pandangan atau fokus tertentu dengan ruang lingkup yang lebih terbatas.
Dalam kerangka tersebut, kreativitas dapat dipahami sebagai salah satu produk dari cara berpikir divergen. Kreativitas pun tidak hanya berkaitan dengan seni. Maknanya jauh lebih luas dan dapat diterapkan dalam berbagai bidang kehidupan, pekerjaan, maupun pemecahan masalah.
Karena kreativitas berkaitan dengan kemampuan untuk melihat berbagai kemungkinan, pengembangannya membutuhkan rangsangan yang dapat mendorong seseorang keluar dari pola pikir yang terlalu rutin.
Rangsangan tersebut dapat hadir melalui berbagai kegiatan fisik dan psikis yang dipadukan dengan suasana relaksasi. Dalam hal ini, Bandung memiliki banyak pilihan ruang dan aktivitas yang memungkinkan seseorang mengambil jeda dari rutinitas, terutama ketika situasi kehidupan sedang penuh ketidakpastian.
Tidak mengherankan jika kawan-kawan dari luar kota kerap melihat Bandung sebagai salah satu tempat yang menarik untuk kegiatan yang berkaitan dengan right brain training. Berbagai aktivitas tersebut diharapkan dapat membantu seseorang keluar sejenak dari pola kerja yang monoton dan pada akhirnya mendorong munculnya gagasan-gagasan kreatif.
Bakat Vokasional Bersemi
Banyak orang bilang, di Bandung bakat vokasional ibarat musim semi yang tiada henti.
Predikat Bandung sebagai kota vokasional tentu perlu dioptimalkan. Predikat tersebut dapat menjadi peluang agar warga Bandung maupun masyarakat dari luar kota memiliki kesempatan untuk mengembangkan profesi vokasional sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.
Pada prinsipnya, istilah vokasional berkaitan dengan pelatihan, keahlian praktis, dan pendidikan kejuruan yang bertujuan mempersiapkan seseorang untuk bekerja di bidang tertentu.
Bakat vokasional dapat tumbuh apabila didukung oleh pendidikan vokasi yang terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman. Pada akhirnya, pendidikan vokasi diarahkan untuk menghasilkan tenaga ahli yang siap bekerja, memiliki keterampilan praktis, dan mampu berperan di dunia industri.
Bandung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai kota vokasional, terutama dengan kekuatan pada industri kreatif, teknologi, dan jasa. Dengan ekosistem bottom-up yang cukup kuat, pengembangan pendidikan non-gelar maupun pendidikan vokasional dapat semakin menunjang penguasaan keahlian praktis generasi muda.
Potensi tersebut semakin menarik karena Bandung selama ini telah dikenal sebagai salah satu pusat kreativitas dan pendidikan.
Setidaknya ada beberapa faktor yang dapat memperkuat sekaligus menjadi tantangan bagi Bandung untuk berkembang sebagai kota vokasional yang ideal.
Pertama, Bandung memiliki ekosistem kreatif yang kuat. Kota ini dikenal sebagai salah satu kiblat industri kreatif, dengan keberadaan berbagai komunitas, musisi, hingga pelaku usaha fashion dan pemilik distro. Keahlian praktis di bidang fashion, seni, dan budaya juga telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakatnya.