
Daunnya sendiri sudah menjadi bagian dari keindahannya.
Warna kuningnya menjadi aksen di antara warna hijau tanaman lain. Keduanya justru saling melengkapi. Warna hijau memberikan kesan segar, sedangkan warna kuning memberikan sentuhan cerah yang membuat taman terasa lebih hidup.
Karena itu, saya mulai melihat brokoli kuning bukan hanya sebagai tanaman pembatas, tetapi juga sebagai tanaman yang memberikan warna pada batas taman.
Bentuknya sederhana dan mudah menyatu dengan lingkungan. Ia dapat ditanam sebagai pembatas, dipadukan dengan tanaman hijau, dan tetap memberikan daya tarik meskipun tidak mengandalkan bunganya.
Perbanyakan dan perawatannya juga relatif mudah. Perbanyakan yang paling sering dilakukan adalah secara vegetatif melalui stek, meskipun tanaman ini juga dapat diperbanyak melalui biji.
Menariknya, kegiatan perbanyakan itu bisa dilakukan sekaligus saat merawat tanaman, yaitu ketika memangkas ranting-rantingnya.
Sebagian ranting yang dipangkas dibuang, sementara sebagian lainnya dapat ditancapkan kembali ke media tanam untuk menghasilkan tanaman baru.
Semakin saya memperhatikannya, semakin saya merasa bahwa tanaman hias tidak selalu harus memiliki bunga yang spektakuler untuk tampil indah.
Kadang-kadang, justru tanaman yang sangat biasa bisa memberikan warna pada sebuah taman.
Brokoli kuning mungkin bukan tanaman yang membuat orang berhenti dan memandangnya secara khusus.
Namun, ketika sudah berjajar di sepanjang pagar, berdampingan dengan beragam warna dari berbagai jenis tanaman, lalu disinari matahari kemarau, karismanya seperti muncul dengan sendirinya.
Tanaman yang semula terlihat biasa itu tiba-tiba menjadi salah satu yang paling mencuri perhatian.
Selama ini saya menganggapnya hanya sebagai tanaman pembatas di sepanjang pagar rumah. Sekarang saya melihatnya sedikit berbeda.
Brokoli kuning bukan hanya penghias batas taman, melainkan tanaman yang ikut menjaga agar taman tetap memiliki warna.
Dan mungkin, justru karena kesederhanaannya itulah brokoli kuning menjadi tanaman sejuta umat.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Brokoli Kuning Penghias Setiap Taman"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.