Bagaimana cara menumbuhkan semangat membaca dan menulis pada murid sekolah dasar? Salah satunya melalui kegiatan Bulan Bahasa yang tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga kesempatan bagi murid untuk belajar, mencoba, dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Bulan Oktober identik dengan peringatan Sumpah Pemuda. Peristiwa bersejarah tersebut juga menjadi salah satu latar belakang penetapan Oktober sebagai Bulan Bahasa.
Untuk menyemarakkan Bulan Bahasa, berbagai sekolah dan instansi biasanya menyelenggarakan kegiatan yang berkaitan dengan literasi. Sekolah kami pun mengagendakan kegiatan serupa. Tahun ini, kami mengadakan beberapa perlombaan, yaitu lomba menebalkan kata, menyalin dan menulis rapi, serta menulis cerita.
Lomba menebalkan kata diperuntukkan bagi murid kelas I. Sementara itu, lomba menyalin dan menulis rapi ditujukan bagi murid kelas II dan III. Adapun lomba menulis cerita dikhususkan bagi murid kelas IV hingga kelas VI.
Pemilihan jenis lomba tersebut tentu mempertimbangkan beberapa hal, terutama tingkat kesulitan yang disesuaikan dengan kemampuan murid di setiap jenjang kelas.
Murid kelas I, misalnya, masih banyak yang belum hafal semua huruf dan masih berproses dalam belajar menulis. Karena itu, menurut kami, lomba menebalkan kata merupakan kegiatan yang sesuai untuk mereka.
Sementara itu, murid kelas II dan III sudah beberapa waktu belajar bersama guru di sekolah. Meski demikian, masih ada di antara mereka yang belum terbiasa menulis dengan rapi, padahal penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat sudah diajarkan. Oleh karena itu, mereka diajak mengikuti lomba menyalin dan menulis rapi berdasarkan sebuah cerita yang saya susun. Cerita tersebut sengaja dibuat tidak terlalu panjang agar murid dapat lebih teliti saat menyalinnya.
Lalu, mengapa murid kelas IV hingga kelas VI mengikuti lomba menulis cerita? Salah satu alasannya adalah karena mereka sudah mendapatkan materi menulis melalui kegiatan ekstrakurikuler bercerita yang saya bimbing. Dengan bekal tersebut, kami berharap mereka dapat menuangkan gagasan dan pengalaman ke dalam sebuah cerita.
Pelaksanaan Lomba dalam Rangka Semarak Bulan Bahasa
Pagi itu, seperti biasa, saya mengantar si bungsu ke sekolah. Setelah memastikan ia sampai di sekolah, barulah saya melanjutkan perjalanan ke sekolah tempat saya bekerja.
Saat tiba, baru ada dua guru yang sudah datang. Saya pun segera mengeluarkan laptop dan menyalakannya untuk mulai menyiapkan keperluan kegiatan.
Tahun ini, saya dipercaya menjadi bagian dari panitia Semarak Bulan Bahasa. Salah satu tugas saya adalah menyiapkan teks atau bacaan yang akan disalin oleh murid kelas II dan III.
Untuk lomba tersebut, saya memilih sebuah fabel berjudul Kepiting Kecil dan Resep dari Dokter Ikan. Cerita ini sebenarnya sudah saya unggah di akun Kompasiana beberapa hari sebelumnya. Namun, saya menggunakan versi cerita mini agar sesuai dengan kemampuan murid kelas II dan III. Rasanya tidak memungkinkan jika mereka harus menyalin cerita yang terdiri atas ribuan kata. Bisa-bisa mereka tidak selesai mengerjakannya, bahkan mungkin protes karena bacaannya terlalu panjang.
Teks cerita tersebut beserta kertas bergaris kemudian saya cetak. Sementara itu, murid-murid bersama guru-guru lain yang sudah tiba di sekolah mengikuti acara pembukaan. Kegiatan dilanjutkan dengan senam Anak Indonesia Hebat yang dilakukan bersama-sama.
Ketika acara pembukaan dan senam selesai, saya juga sudah merampungkan persiapan materi untuk lomba murid kelas II dan III. Untuk lomba murid kelas I, materi disiapkan secara khusus oleh guru kelas I. Adapun lomba menulis cerita hanya membutuhkan kertas bergaris yang sudah saya siapkan, sedangkan tema cerita ditentukan oleh guru kelas IV hingga kelas VI.
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya