
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Mereka mulai mampu diajak berdiskusi tentang konsekuensi, sebab-akibat, hingga nilai dari setiap tindakan.
Menariknya, kita sering melihat anak-anak yang berada dalam kondisi “kurang beruntung” justru tampak lebih dewasa dan memiliki motivasi internal yang kuat. Kondisi hidup membentuk karakter mereka lebih cepat.
Lalu, apakah ini bisa dibentuk secara sadar? Jawabannya: bisa iya, bisa tidak. Namun pembiasaan sejak dini akan sangat membantu.
Contoh sederhana adalah melatih anak tidur dan bangun pada jam yang teratur.
Kebiasaan kecil ini akan menumbuhkan disiplin tanpa paksaan dan mencegah terlambat sekolah. Tentu ini bukan proses instan, melainkan perjalanan yang perlu kesabaran.
Intinya, membangun kesadaran dan tanggung jawab sejak kecil adalah investasi berharga. Apa yang mereka biasakan hari ini akan menjadi bekal mereka di masa depan.
Jika disiplin dan motivasi sudah ditanamkan sejak dini, buahnya akan terlihat ketika mereka dewasa nanti.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Belajar untuk Apa? Belajar untuk Siapa?"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang