
Rasanya mirip—seolah-olah saya kembali pada pengalaman lama dengan sentuhan autentik.
Dengan rasa puas dan perut kenyang, saya bangkit dari kursi plastik di trotoar Alun-alun Bangkalan. Meski kaki yang bengkak semakin terasa sakit, hati saya senang.
Penasaran saya terjawab sudah: Lontong Kupang di Bangkalan ini benar-benar menyajikan cita rasa asli yang menggugah selera.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menyantap Lontong Kupang dengan Rasa Autentik di Bangkalan"
Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT