Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Yuli Anita
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Yuli Anita adalah seorang yang berprofesi sebagai Guru. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Perpustakaan Keliling dan Upaya Menghidupkan Budaya Baca di Sekolah

Kompas.com, 9 Februari 2026, 14:24 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Bagaimana jika buku-buku bacaan justru yang mendatangi siswa, bukan sebaliknya? Bisakah akses literasi yang lebih dekat menumbuhkan kembali minat baca, terutama di lingkungan sekolah?

Sebuah mobil berwarna biru memasuki area sekolah pada pagi itu. Setelah parkir di lokasi yang strategis, dua orang petugas turun dari kendaraan sambil menyapa dengan senyum ramah.

“Selamat pagi, kami dari perpustakaan kota.”

Sebenarnya, tanpa perkenalan pun kami sudah dapat menebak siapa yang berkunjung. Tulisan dan visual yang tertera di badan mobil menjadi penanda yang cukup jelas. Hari itu, sekolah kami kedatangan Perpustakaan Keliling dari Perpustakaan Umum Kota Malang.

Layanan Perpustakaan Keliling ini merupakan program dari Dinas Perpustakaan Umum dan Arsip Daerah Kota Malang, yang memanfaatkan mobil operasional untuk mendekatkan akses buku kepada masyarakat, khususnya anak-anak dan pelajar.

Konsepnya sederhana namun bermakna: membawa bacaan langsung ke tempat-tempat yang membutuhkan.

Selain melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, layanan ini juga secara rutin hadir di sejumlah ruang publik, seperti Alun-Alun Kota Malang dan Taman Merjosari. Sebuah upaya “jemput bola” agar literasi tidak hanya berpusat di gedung perpustakaan.

Setelah berbincang singkat, rombongan langsung menuju perpustakaan sekolah. Di sana, para siswa dan kader pustaka telah menunggu dengan antusias. Kegiatan pun dimulai dengan sesi perkenalan, dilanjutkan dengan penjelasan mengenai tata cara menjadi anggota Perpustakaan Umum Kota Malang.

Beberapa siswa mengajukan pertanyaan. Antusiasme mereka terasa dari cara menyimak dan keingintahuan yang muncul selama sesi berlangsung.

Sekitar sepuluh menit kemudian, acara dilanjutkan dengan pemutaran film, sebelum akhirnya siswa diberi kesempatan meminjam dan membaca buku di tempat.

Pemandangan yang tersaji terasa hangat dan menyenangkan. Para siswa duduk bersama di atas karpet, menonton film yang ditayangkan di televisi.

Bagi generasi sekarang, mungkin pengalaman menonton TV secara beramai-ramai bukan lagi hal yang lazim. Namun bagi sebagian dari kami, termasuk saya, suasana ini menghadirkan nostalgia masa lalu.

Usai pemutaran film, siswa langsung menuju mobil perpustakaan yang dipenuhi buku. Mereka memilih bacaan sesuai minat masing-masing, lalu membacanya dengan penuh semangat. Koleksi yang tersedia cukup beragam, mulai dari buku fiksi hingga nonfiksi.

Ada satu momen yang cukup mengejutkan bagi saya secara pribadi. Di antara deretan buku, saya menemukan serial Little House on the Prairie karya Laura Ingalls Wilder—buku yang sudah lama saya cari dan nyaris tidak lagi dijumpai di toko buku.

Serial klasik Amerika ini pernah ditayangkan di TVRI sekitar tahun 1980-an, dan saya termasuk salah satu penikmatnya. Kisah keluarga Ingalls menggambarkan perjuangan hidup, ketekunan, serta nilai-nilai persahabatan dan kasih sayang di Walnut Grove, Minnesota, pada akhir abad ke-19.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau