
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Pengalaman membawa ikan kampung ke kota membuka satu kesadaran. Selama ini kami menganggap semuanya biasa saja. Padahal apa yang kami miliki tidak mudah ditemukan di tempat lain.
Banyak orang kini berusaha menciptakan sistem pertanian atau perikanan berkelanjutan dengan teknologi modern dan pendekatan ilmiah.
Sementara itu, di sudut kampung kami, praktik serupa telah berjalan lama tanpa label apa pun.
Dari kolam sederhana di kaki bukit itu saya belajar satu hal: tidak semua hasil terbaik lahir dari sesuatu yang dikejar mati-matian.
Terkadang, ketika manusia hidup selaras dengan alam, merawat secukupnya tanpa ambisi berlebihan, hasil yang datang justru melampaui harapan.
Kami memang tak pernah berniat beternak demi mengejar panen. Kami hanya memelihara kehidupan sebagaimana adanya. Namun alam, dengan caranya sendiri, memberi lebih.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Dari Daun Talas ke Meja Makan, Pelajaran Gaya Hidup Berkelanjutan dari Kolam Kampung"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang