
Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com
Tidak hanya kuliner, suasana pasar juga diperkaya dengan sajian budaya. Alunan gamelan yang dimainkan secara langsung menghadirkan nuansa khas Jawa yang menenangkan.
Pengunjung dapat menikmati pertunjukan ini dari area duduk yang ditata menyerupai teater terbuka.
Selain itu, terdapat pula area permainan tradisional yang menjadi sarana edukasi bagi anak-anak. Upaya ini menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus alternatif dari dominasi permainan digital.
Edukasi Lingkungan Melalui Praktik Nyata
Hal menarik lainnya adalah komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Hampir seluruh elemen di pasar ini menggunakan bahan alami. Makanan dibungkus dengan daun pisang, disajikan di pincuk atau wadah dari anyaman bambu, sementara minuman disajikan dalam batok kelapa atau ruas bambu.
Tempat sampah pun menggunakan keranjang bambu, dan seluruh limbah yang dihasilkan bersifat organik. Tanpa perlu banyak slogan, edukasi tentang daur ulang dan gaya hidup ramah lingkungan disampaikan melalui praktik langsung.
Wisata Ekobudaya yang Menginspirasi
Kunjungan ke Pasar Papringan Ngadiprono memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar wisata. Ia menghadirkan perpaduan antara pelestarian alam, penguatan budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat.
Penduduk setempat tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi justru menjadi pelaku utama dalam ekosistem ini. Pengunjung pun diajak untuk hadir sebagai tamu yang menghargai, bukan sekadar penikmat.
Lebih dari itu, setiap sudut pasar ini seolah menjadi ruang belajar. Tanpa disadari, pengunjung menyerap nilai-nilai tentang keberlanjutan, kesederhanaan, dan kearifan lokal.
Pada akhirnya, Pasar Papringan Ngadiprono bukan hanya tempat untuk berkunjung, tetapi juga ruang untuk merenung. Bahwa menjaga alam dan budaya bukanlah konsep yang jauh, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengulik Wisata Ekobudaya Pasar Papringan Ngadiprono Temanggung"
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang