Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Cucum Suminar
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Cucum Suminar adalah seorang yang berprofesi sebagai Full Time Blogger. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan

Kompas.com, 21 April 2026, 12:29 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Pada dasarnya, hampir semua orang senang ketika ditraktir. Menikmati hidangan tanpa perlu mengeluarkan biaya tentu menjadi pengalaman yang menyenangkan. Ada rasa dimanjakan, sekaligus kesempatan menikmati sesuatu tanpa beban finansial.

Namun, dalam beberapa situasi, saya justru merasa lebih nyaman dengan konsep split bill, terutama ketika makan bersama teman, rekan kerja, atau lingkaran sosial di luar keluarga dekat.

Tentu, ada pengecualian. Pada momen tertentu seperti ulang tahun, pencapaian pribadi, atau ketika seseorang memang ingin berbagi kebahagiaan, traktiran menjadi hal yang wajar dan bahkan menyenangkan. Apalagi jika sejak awal sudah diniatkan sebagai bentuk perayaan.

Lebih Leluasa Menentukan Pilihan

Bagi saya, makan bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi juga soal menikmati rasa. Saat memilih makanan atau minuman, ada keinginan untuk benar-benar mengikuti selera.

Namun, ketika seseorang menawarkan untuk mentraktir, sering kali muncul rasa sungkan. Bukan karena dilarang, tetapi lebih pada kekhawatiran dianggap berlebihan jika memesan sesuatu yang lebih mahal atau berbeda dari yang lain.

Situasi ini membuat pilihan menjadi terbatas. Kita cenderung menahan diri agar tetap “aman” secara sosial. Padahal, jika menggunakan sistem split bill, setiap orang bisa lebih leluasa menentukan pilihan tanpa merasa tidak enak.

Dalam praktiknya, pembagian tagihan pun kini semakin mudah. Salah satu orang bisa membayar terlebih dahulu, lalu yang lain mengganti sesuai pesanan masing-masing.

Banyak pula tempat makan yang sudah memfasilitasi pembayaran terpisah, sehingga tidak lagi menjadi hal yang merepotkan.

Menghindari Beban Balas Traktiran

Hal lain yang kerap muncul dari budaya traktir adalah adanya “kewajiban tak tertulis” untuk membalas di kemudian hari.

Dalam pertemuan yang rutin, seperti agenda makan bersama bulanan, hal ini bisa menjadi beban tersendiri. Tidak semua orang selalu berada dalam kondisi finansial yang sama setiap waktu. Ada kalanya seseorang sedang harus lebih berhati-hati dalam mengatur pengeluaran.

Jika harus membalas traktiran dalam kondisi tersebut, pertemuan yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi justru berpotensi menimbulkan tekanan.

Dengan split bill, setiap orang cukup membayar sesuai pesanannya. Tidak ada beban tambahan, dan setiap individu bisa menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Menjaga Relasi Tetap Setara

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Belajar Memahami Orang Tua di Usia Senja
Kata Netizen
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Split Bill, Cara Sederhana Menjaga Kenyamanan dalam Pertemanan
Kata Netizen
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Relasi Manusia dan Alam, Biawak Terdesak, dan Sapu-Sapu Mendominasi
Kata Netizen
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Menyiasati Barang Menumpuk, Kapan Disimpan, dan Kapan Dilepas?
Kata Netizen
'Single-by-Choice', Menemukan Makna Hidup di Luar Pernikahan
"Single-by-Choice", Menemukan Makna Hidup di Luar Pernikahan
Kata Netizen
Sebuah Kisah di Balik Kebiasaan Lari, FOMO yang Berbuah Sehat
Sebuah Kisah di Balik Kebiasaan Lari, FOMO yang Berbuah Sehat
Kata Netizen
CFD Cibinong, Ruang Sehat yang Masih Perlu Penataan
CFD Cibinong, Ruang Sehat yang Masih Perlu Penataan
Kata Netizen
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau