Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Latipah Rahman
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Ketahanan Pangan yang Tumbuh dari Sebidang Lahan Hibah

Kompas.com, 21 Juni 2026, 16:39 WIB

Bisakah sebidang tanah yang dihibahkan menjadi sumber ketahanan pangan sekaligus mempererat hubungan antarwarga?

Mungkinkah aktivitas berkebun bersama bukan hanya menghasilkan panen, tetapi juga menghadirkan ruang belajar, kebahagiaan, dan harapan di tengah kehidupan yang penuh tantangan?

"Bawa apa itu, Ma?" tanya saya ketika melihat Mama datang membawa kantong dari luar rumah.

"Alhamdulillah, panen singkong dari kebun," jawabnya dengan wajah berbinar.

Beberapa bulan terakhir, Mama bersama para ibu di lingkungan tempat tinggal kami sedang bersemangat mengelola sebidang lahan yang dihibahkan oleh seorang warga yang berbaik hati.

Awalnya, pemilik lahan seluas kurang lebih 700 meter persegi itu menitipkan tanahnya kepada pengurus RT agar dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar. Selanjutnya, pengurus RT menawarkan kesempatan tersebut kepada kelompok ibu-ibu pengajian.

Ternyata sambutan yang diberikan sangat positif. Para ibu menanggapinya dengan serius. Mereka membuat jadwal berkebun bersama. Menurut cerita Mama, kegiatan berkebun dilakukan setiap hari Senin dan Sabtu, sedangkan penyiraman tanaman dilakukan secara bergiliran setiap sore.

Saya melihat kegiatan ini sebagai sesuatu yang sangat positif. Ada semangat belajar mengenai ketahanan pangan yang tumbuh dari lahan yang dihibahkan dengan penuh keikhlasan. Para ibu dari berbagai latar belakang bersama-sama belajar bercocok tanam.

Mereka menerapkan pola tanam tumpang sari dengan beberapa jenis tanaman, seperti singkong, tomat, kangkung darat, dan pisang.

Barangkali di masa mendatang akan semakin banyak jenis tanaman yang dibudidayakan. Saya percaya, seiring bertambahnya pengalaman, semakin banyak pula hasil panen yang dapat dinikmati oleh keluarga mereka masing-masing.

Hampir setiap beberapa hari sekali, Mama berangkat ke kebun bersama kelompoknya untuk menyiram dan merawat tanaman.

Bagi saya, kegiatan ini bukan hanya menghasilkan panen yang dibawa pulang ke rumah. Saya melihat Mama tampak lebih segar, lebih bersemangat, dan lebih bahagia dengan aktivitas barunya.

Memang, berkebun dan berinteraksi dengan tanaman hijau memiliki banyak manfaat, termasuk bagi kesehatan mental.

Di tengah berbagai tantangan kehidupan yang semakin kompleks, baik dari sisi ekonomi maupun tekanan keseharian, setiap orang membutuhkan ruang yang dapat menghadirkan ketenangan dan rasa syukur. Bagi Mama dan para ibu lainnya, kebun itu tampaknya menjadi salah satu ruang tersebut.

Kebun yang Menumbuhkan Harapan

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Kata Netizen
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Kata Netizen
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Kata Netizen
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau