
Karena itu, upaya mengenalkan kembali osob kiwalan kepada generasi muda menjadi penting. Bukan semata-mata untuk mempertahankan sebuah kosakata, melainkan juga menjaga warisan sejarah, identitas, dan rasa kebersamaan yang telah tumbuh bersama masyarakat Malang selama puluhan tahun.
Pada akhirnya, bahasa bukan hanya soal bagaimana seseorang berbicara. Ia juga menyimpan cerita tentang asal-usul, pengalaman bersama, dan ikatan yang membuat sebuah komunitas tetap merasa memiliki rumah, di mana pun mereka berada.
Kalau begitu, bagaimana menurutmu? Utujes?
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul ""Osob Kiwalan", Identitas dan Perekat Budaya Orang Malang"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.