Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sharfina
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Sharfina adalah seorang yang berprofesi sebagai Editor. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Langkah Kecil Kaum Urban Kurangi Sampah Rumah Tangga

Kompas.com, 28 Juli 2026, 11:51 WIB

Setelah dibersihkan, wadah tersebut saya gunakan kembali untuk menyimpan sayuran, bumbu dapur, atau dibawa ketika membeli makanan di luar sebagai pengganti kantong plastik maupun wadah sekali pakai.

Pemanfaatan ulang juga saya lakukan pada botol bekas produk perawatan wajah, seperti botol micellar water.

Botol yang masih layak pakai saya manfaatkan sebagai wadah sabun cair ketika bepergian. Cara ini terasa lebih praktis sekaligus mengurangi kebutuhan membeli botol travel kit baru.

Sementara itu, wadah bekas produk kosmetik berukuran kecil saya gunakan kembali sebagai tempat penyimpanan benda-benda mungil seperti jarum, peniti, kancing, atau manik-manik agar tidak mudah tercecer.

Jenis sampah lain yang sering luput dari perhatian adalah sikat gigi bekas. Padahal, sikat gigi termasuk sampah residu karena tersusun dari berbagai jenis plastik yang sulit terurai.

Daripada langsung dibuang, saya memanfaatkannya kembali untuk membersihkan bagian-bagian rumah yang sulit dijangkau, seperti sela-sela wastafel maupun bagian bawah sepatu.

Selain plastik, limbah tekstil juga menjadi persoalan yang tidak kalah penting. Kementerian PPN/Bappenas memperkirakan timbunan limbah tekstil di Indonesia mencapai sekitar 2,3 juta ton per tahun dan berpotensi meningkat menjadi 3,9 juta ton pada 2030.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pakaian yang kita beli pun memiliki jejak lingkungan yang tidak kecil.

Oleh karena itu, saya mulai mengurangi kebiasaan membeli pakaian baru dan lebih sering memanfaatkan koleksi yang sudah ada dengan memadupadankan berbagai model.

Ketika ada pakaian yang masih layak namun sudah jarang dipakai, biasanya saya berikan kepada kerabat atau kepada pemulung yang melintas di sekitar rumah.

Adapun pakaian yang sudah rusak dan tidak memungkinkan untuk digunakan kembali saya ubah fungsinya menjadi lap meja, lap kaca, atau keset sederhana. Dengan begitu, masa pakainya menjadi lebih panjang sebelum benar-benar menjadi sampah.

Perubahan kecil lainnya adalah membiasakan membawa tas belanja sendiri setiap bepergian. Kebiasaan sederhana ini cukup membantu mengurangi penggunaan kantong plastik ketika sewaktu-waktu berbelanja.

Pada saat yang sama, saya juga mulai lebih berhati-hati ketika membeli barang. Saya berusaha membedakan mana yang benar-benar menjadi kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan sesaat. Ternyata, semakin bijak dalam berbelanja, semakin sedikit pula sampah yang dihasilkan.

Saya menyadari bahwa cara-cara tersebut tentu belum sempurna. Masih ada sampah yang tidak dapat dihindari dan tetap harus dibuang.

Namun, pengalaman ini membuat saya percaya bahwa pengelolaan sampah tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dari dalam rumah dapat menjadi kontribusi nyata untuk mengurangi beban lingkungan.

Pada akhirnya, perubahan tidak selalu lahir dari kebijakan besar. Kadang, ia berawal dari keputusan sederhana: membawa tas belanja sendiri, memanfaatkan kembali barang yang masih layak digunakan, atau memilah sampah sebelum dibuang.

Langkah-langkah kecil itulah yang, jika dilakukan bersama-sama, dapat menjadi bagian dari solusi bagi persoalan sampah yang kita hadapi hari ini.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Catatan Kaum Urban dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga dengan Cara Sederhana"

Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Bukan Pilah-Pilih Guru, Anak Autis Mungkin Sedang Beradaptasi
Kata Netizen
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Cek Desil dan Pelajaran tentang Arti Berkecukupan
Kata Netizen
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Evaluasi Keuangan Bukan Sekadar Menghitung Saldo
Kata Netizen
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Beluntas, Tanaman Pagar yang Memiliki Banyak Khasiat
Kata Netizen
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Dari Pasar Comboran, Sepiring Orem-orem Menyimpan Cerita
Kata Netizen
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Meski Tukang Cukur, Ada Cerita yang Tak Ikut Terpotong
Kata Netizen
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Apa Arti Merdeka bagi Nakes?
Kata Netizen
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Dari Sumba ke Flores, Menunggu Kabar di Tengah Gempa
Kata Netizen
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Jejak Guru yang Membentuk Seorang Guru
Kata Netizen
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Musim Panen Cengkeh Kini Tak Lagi Serentak
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau