Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Efa Butar butar
Penulis di Kompasiana

Blogger Kompasiana bernama Efa Butar butar adalah seorang yang berprofesi sebagai Penulis. Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita

Kompas.com, 31 Agustus 2026, 09:59 WIB

Seberapa besar sebenarnya pengaruh El Nino terhadap kehidupan kita, mulai dari cuaca, ketersediaan air, pertanian, kebakaran hutan, hingga kesehatan sehari-hari? Dan mengapa fenomena yang namanya terdengar sederhana ini perlu kita pahami sebelum dampaknya terasa semakin luas?

Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, Senin (29/6/2026), Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengingatkan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kesiapsiagaan lintas sektor menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai kategori kuat pada 2026.

Nama El Nino memang cukup sering terdengar belakangan ini. Fenomena tersebut bahkan kerap dikaitkan dengan meningkatnya risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan.

Namun, sebenarnya apa itu El Nino? Mengapa fenomena ini bisa berpengaruh terhadap begitu banyak aspek kehidupan manusia?

***

Nama El Nino berasal dari bahasa Spanyol yang secara harfiah berarti "anak laki-laki" atau "bayi laki-laki". Dalam konteks sejarah penamaannya, istilah tersebut merujuk pada Bayi Yesus (The Christ Child) karena fenomena ini dahulu kerap diamati muncul sekitar musim Natal.

Secara sederhana, El Nino merupakan kondisi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat daripada kondisi normal.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), lembaga kelautan dan atmosfer Amerika Serikat, menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, angin pasat (trade winds) bertiup dari timur ke barat, dari kawasan pantai Amerika Selatan menuju Asia, termasuk Indonesia.

Angin tersebut mendorong air laut yang hangat ke wilayah Indonesia. Air laut yang hangat kemudian meningkatkan penguapan dan membantu pembentukan awan hujan di kawasan Indonesia.

Pada saat El Nino terjadi, pola tersebut berubah. Angin pasat melemah dan dapat mengalami perubahan arah sehingga air laut yang lebih hangat bergeser dan menumpuk di kawasan tengah hingga timur Samudra Pasifik, sementara wilayah Asia, termasuk Indonesia, mengalami kondisi laut yang relatif lebih dingin.

Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia.

Di Indonesia, salah satu dampak yang paling sering dirasakan adalah berkurangnya curah hujan dan meningkatnya risiko kekeringan.

Lalu, apakah El Nino sama dengan musim kemarau?

Tidak persis demikian.

BMKG menjelaskan bahwa musim kemarau dan El Nino merupakan dua hal yang berbeda. Musim kemarau merupakan bagian dari siklus musim tahunan, sedangkan El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi secara periodik.

Persoalannya, ketika El Nino berlangsung bersamaan dengan musim kemarau, kondisi yang sudah kering dapat menjadi lebih kuat.

Curah hujan yang memang lebih sedikit pada musim kemarau dapat semakin berkurang, sementara periode kering di sejumlah wilayah berpotensi berlangsung lebih panjang.

Di sinilah El Nino mulai memiliki hubungan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dampak El Nino pada Kehidupan Manusia

Dampak El Nino dapat dirasakan di berbagai sektor. Salah satunya adalah lingkungan dan kehutanan.

Ketika musim kemarau berlangsung bersamaan dengan kondisi El Nino, lingkungan yang sudah kering menjadi lebih rentan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Risiko tersebut semakin besar ketika terdapat sumber api, baik yang berasal dari aktivitas manusia maupun faktor alam tertentu.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Sepiring Gonggong dan Sensasi yang Tidak Biasa
Kata Netizen
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
MBG Hadir, Kantin Sekolah Tetap Punya Cerita
Kata Netizen
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Pertemanan yang Merenggang Tak Selalu Berarti Putus
Kata Netizen
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Ada Perjuangan di Balik Mual dan Emosi Ibu Hamil
Kata Netizen
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Setelah Gempa Berlalu, Bagaimana Mengembalikan Rasa Aman?
Kata Netizen
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Seharian di Cipete dan Sekitarnya
Kata Netizen
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Belajar Ketahanan Pangan dari Hutan Kota di Seniman Pangan
Kata Netizen
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Dulu Maba, Kini Sarjana: Apa yang Berubah dari Cara Berpikir?
Kata Netizen
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
El Nino Bukan Sekadar Musim Kemarau, Ini Dampaknya bagi Kita
Kata Netizen
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Membawa Kincung, Sedikit Bagian dari Kampung Halaman
Kata Netizen
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
(Tidak) Semua Pertemanan Mesti Bertahan Selamanya
Kata Netizen
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Yang Tertinggal Setelah Seorang Dosen Pergi
Kata Netizen
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Menanam Nangka di Pekarangan, Menikmati Buahnya, Merasakan Hematnya
Kata Netizen
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Sejuknya Hutan, Hangatnya Cerita tentang Petani Kopi
Kata Netizen
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kemerdekaan yang Belum Selesai, Korupsi Menggerogoti Hak Rakyat
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau