
Pada kondisi tertentu, perubahan cuaca juga dapat berkontribusi terhadap meningkatnya populasi hama yang kemudian mengancam tanaman, baik yang baru tumbuh maupun yang sedang mendekati masa panen.
Artinya, dampak El Nino tidak berhenti pada persoalan cuaca. Ia dapat berhubungan dengan lingkungan, kesehatan, pertanian, bahkan ketersediaan pangan dan kondisi ekonomi masyarakat.
Karena itu, kesiapsiagaan sebelum dampaknya semakin terasa menjadi bagian penting yang perlu dilakukan oleh berbagai pihak.
Langkah Mitigasi Menghadapi El Nino
Dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri tersebut, BMKG juga menyampaikan sejumlah rekomendasi mitigasi untuk berbagai sektor.
Beberapa di antaranya adalah meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rawan, memperkuat pengendalian emisi kendaraan, serta membatasi aktivitas luar ruangan ketika kualitas udara memburuk di kawasan perkotaan.
Langkah mitigasi tentu akan lebih efektif apabila dilakukan sebelum dampak El Nino berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Menjaga lingkungan dan mengantisipasi kekeringan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Masyarakat juga dapat mengambil sejumlah langkah sederhana untuk mengurangi risiko yang mungkin muncul.
Ketika menghadapi kondisi El Nino yang berlangsung bersamaan dengan musim kemarau, misalnya, penggunaan air dapat diprioritaskan untuk kebutuhan yang paling penting, terutama konsumsi dan sanitasi.
Masyarakat juga dapat menghindari pembakaran sampah maupun sisa rumput kering, terutama di wilayah yang memiliki risiko kebakaran tinggi. Hal sederhana seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan juga menjadi bagian dari upaya mencegah munculnya sumber api.
Sementara itu, ketika kualitas udara memburuk akibat kebakaran hutan dan lahan, penggunaan masker dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan untuk mengurangi paparan terhadap polusi udara.
Pada akhirnya, memahami El Nino bukan sekadar mengetahui istilah dalam laporan cuaca.
Fenomena iklim ini memiliki kaitan dengan banyak hal yang dekat dengan kehidupan kita: air yang digunakan sehari-hari, tanaman yang tumbuh di lahan pertanian, kualitas udara yang kita hirup, kondisi hutan, hingga harga dan ketersediaan bahan pangan.
El Nino memang merupakan fenomena alam yang tidak dapat kita kendalikan. Namun, bagaimana kita mempersiapkan diri dan mengurangi risikonya adalah sesuatu yang masih bisa diupayakan.
Semakin awal kita memahami perubahan yang mungkin terjadi, semakin besar pula kesempatan untuk mengambil langkah yang tepat.
Sebab menghadapi fenomena alam bukan selalu tentang bagaimana menghentikannya, melainkan bagaimana hidup berdampingan dengannya dengan pengetahuan, kewaspadaan, dan kesiapan yang lebih baik.
Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengenal El Nino dan Urusannya dengan Kehidupan Manusia"
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.