
Ketika mual dan muntah datang berulang kali, tubuh terasa lemas, emosi mudah berubah, tetapi pekerjaan rumah dan berbagai tanggung jawab tetap harus dijalani?
Pagi itu saya muntah cukup banyak. Rasa mual yang berlebihan membuat tubuh terasa sangat lemas. Saya mulai merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tubuh ini. Saat mengASIhi, terasa begitu nyeri.
Ketika memerhatikan bagian perut, saya juga melihat perubahan. Perut terasa begah dan lebih besar dari biasanya.
Dari situlah saya memutuskan melakukan tespek. Saya membeli sebuah tespek tanpa sepengetahuan suami, kemudian menggunakannya pada pagi hari. Benar saja, hasilnya positif. Suami pun tidak menyangka dengan kehamilan ini.
Sejak saat itu, saya mengalami morning sickness yang cukup berat pada awal kehamilan. Hampir setiap hari saya merasa mual dan muntah. Bahkan, dalam sehari saya bisa muntah beberapa kali. Apa yang sudah saya makan terkadang keluar kembali beberapa saat setelah makan.
Ada kalanya saya harus menahan rasa mual yang begitu kuat agar tidak muntah dan berharap nutrisi dari makanan tetap dapat diserap tubuh untuk kebutuhan janin. Tubuh pun sering terasa sangat lemas.
Namun, aktivitas sehari-hari tetap harus berjalan. Saya masih perlu memasak untuk anak-anak, membersihkan rumah, dan mengurus berbagai keperluan lainnya. Biasanya saya hanya beristirahat sebentar, menunggu tubuh terasa lebih baik, lalu kembali melanjutkan aktivitas.
Yang membuat saya cukup bingung, mual dan muntah pada kehamilan kali ini terasa lebih berat. Pada kehamilan sebelumnya, saya memang mengalami mual dan muntah, tetapi tidak seperti ini. Kali ini, rasa mual seperti tidak mengenal waktu. Pagi hari bisa beberapa kali muntah, begitu pula siang dan malam.
Kondisi tersebut tentu cukup mengganggu aktivitas. Mungkin bahkan sangat mengganggu. Namun, namanya juga rutinitas, masih ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Sebagai perempuan, saya berusaha tetap menjalani semuanya semampu saya.
Belakangan saya mengetahui bahwa morning sickness merupakan kondisi mual dan muntah yang cukup sering dialami ibu hamil.
Dalam penjelasannya, sebagian besar ibu hamil mengalami morning sickness pada trimester pertama kehamilan. Kondisi ini umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Pada kondisi yang lebih berat, mual dan muntah dapat berkembang menjadi hiperemesis gravidarum yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan penurunan berat badan sehingga membutuhkan penanganan medis.
Penyebab utama morning sickness diduga berkaitan dengan perubahan hormon pada awal kehamilan. Kondisi tertentu yang dialami ibu hamil juga dapat berpengaruh, seperti stres dan obesitas. Pada kehamilan kembar, mual dan muntah juga dapat terasa lebih berat.
Pemicu mual pun dapat berbeda-beda pada setiap ibu hamil. Saya sendiri menjadi kurang menyukai aroma air yang mengalir ketika pertama kali menyalakan keran pada pagi hari. Makanan yang terlalu pedas juga terkadang membuat saya merasa mual. Pernah pula saya merasa mual ketika mencium aroma makanan tertentu yang sebelum hamil justru sangat saya sukai.
Karena itu, pengalaman setiap ibu hamil bisa berbeda. Apa yang terasa biasa bagi seseorang belum tentu terasa sama bagi ibu hamil lainnya.