Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Annisa Ramadani
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung

Kompas.com, 19 Oktober 2026, 11:18 WIB

Coba bayangkan belajar biologi tidak selalu berkutat dengan buku pelajaran dan hafalan nama ilmiah, tetapi juga bisa dilakukan dengan mengamati jejak satwa, mengenali katak dan kodok, hingga mengamati burung di alam. Asyik, kan?

Selama ini, biologi mungkin dianggap sebagai pelajaran yang cukup rumit. Ada banyak nama ilmiah yang perlu diingat, belum lagi materi seperti genetika yang mungkin terasa jauh dari kehidupan sehari-hari.

Padahal, belajar biologi tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas atau melalui buku. Mengenal sains secara langsung di alam dapat membantu kita memahami lingkungan sekitar dengan lebih nyata. Pengalaman semacam ini juga bisa menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kepedulian generasi muda terhadap kelestarian keanekaragaman hayati.

Semangat itulah yang menjadi salah satu tujuan kegiatan Pelatihan Dasar Identifikasi dan Pengamatan Satwa untuk Peneliti Muda di Taman Margasatwa Ragunan.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh UrBio UNAS bersama Program Studi Sarjana dan Magister Biologi serta Pusat Studi Pengelolaan Hutan dan Hidupan Liar UNAS. Pelaksanaannya turut melibatkan komunitas CaniEarth dari Kolese Kanisius Jakarta, Forum Studi Primata "Lutung", Biological Bird Club "Ardea", dan Kelompok Studi Herpetologi "Sahul".

Dalam pelatihan ini, para siswa diajak mengenal berbagai kelompok satwa, mulai dari mamalia, primata, burung, hingga herpetofauna. Mereka tidak hanya mempelajari karakteristik setiap kelompok satwa, tetapi juga berkesempatan mencoba pengamatan dan identifikasi secara langsung.

Mamalia: Mengenali Satwa dari Jejaknya

Ketika melakukan pengamatan di alam, kita tidak selalu bisa menjumpai mamalia secara langsung. Bahkan, keberadaan beberapa satwa justru lebih mudah diketahui melalui tanda-tanda yang ditinggalkannya.

Tanda-tanda tersebut dapat berupa jejak kaki, cakaran, kotoran, sisa pakan, hingga kubangan yang bisa menjadi petunjuk aktivitas satwa tertentu.

Dalam pelatihan kali ini, para siswa diajak mencoba membuat cetakan jejak satwa menggunakan gipsum yang telah disiapkan. Melalui simulasi tersebut, mereka belajar mengenali bentuk dan karakteristik jejak, kemudian mencocokkannya dengan panduan identifikasi.

Dari kegiatan ini, kita bisa memahami bahwa mengenali satwa tidak selalu mengharuskan kita melihat hewannya secara langsung. Jejak yang ditinggalkan pun dapat memberikan informasi menarik mengenai keberadaan dan aktivitas satwa di suatu kawasan.

Herpetofauna: Katak, Kodok, dan Ular, Apa Bedanya?

Apa, sih, herpetofauna itu? Istilah ini digunakan untuk menyebut kelompok reptil dan amfibi, termasuk ular, kadal, katak, dan kodok.

Lalu, apakah katak dan kodok sebenarnya berbeda?

Secara umum, kodok sering memiliki kulit yang lebih kasar atau berbintil-bintil, sedangkan banyak katak mempunyai kulit yang lebih halus dan lembap.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Belajar Biologi di Alam, dari Jejak Satwa hingga Burung
Kata Netizen
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Tidak Naik Kelas Bukan Berarti Anak Gagal
Kata Netizen
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Cerita di Balik Sirih yang Tumbuh di Depan Rumah
Kata Netizen
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Dulu Ramai, Kini Food Court Tinggal Kantin
Kata Netizen
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Ke Mana Manfaat Kenaikan Anggaran Kesehatan Dirasakan?
Kata Netizen
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Sudah Bawa Bekal, Kok Pengeluaran Masih Boros?
Kata Netizen
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Tantangan Side Job Seorang Videografer Pernikahan
Kata Netizen
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Rekan Kerja Have, Bukan Cuma soal Barang Bermerek
Kata Netizen
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Terbiasa dengan Asap Bukan Berarti Aman
Kata Netizen
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Naik Kelas atau Mengulang, Mana yang Membantu Murid?
Kata Netizen
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Hidup dari Kios Kecil, Asal Dapur Tetap Mengepul
Kata Netizen
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Teknologi Tradisional di Balik Jagung Bose
Kata Netizen
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Macet di Kampung Sendiri Gara-gara Antrean BBM
Kata Netizen
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Danau Singkarak, Lebih dari Sekadar Pemandangan Indah
Kata Netizen
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Perempuan dan Masa Depan Investasi di Pasar Modal
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau