Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Isti Yogiswandani
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

10 Tips Agar Tak Terjebak Harga Makanan Mahal Saat Traveling

Kompas.com, 13 Mei 2023, 09:16 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Seringkali saat traveling kita merasa enggan membeli makanan karena takut terkena jebakan harga yang mahal.

Apalagi ketika berkunjung ke tempat-tempat wisata terkenal, biasanya ada saja pedagang makanan yang memanfaatkan momen aji mumpung dengan menaikkan harga makanannya karena kunjungan wisatawan yang padat.

Tak sedikit wisatawan yang akhirnya kecewa dengan harga makanan yang dibelinya karena dinilai terlalu mahal dan tak wajar.

Hal serupa juga dialami oleh netizen asal Singapura bernama Udaya yang membagikan pengalaman buruknya saat membeli makanan di Jewel Changi Airport, Singapura.

Di area Food Court Jewel Changi Airport, ia tertarik untuk mengunjungi kedai nasi padang. Udaya lantas memesan beberapa menu, seperti satu porsi nasi putih, dua jenis sayur tumis pare dan kacang panjang, serta dua lauk ikan bilis dan ayam goreng.

Ketika akan membayar ia terkejut melihat total harga makanan yang ia pesan mencapai 13 dolar Singapura atau sekitar Rp143.000.

Rincian harga makanan yang ia pesan adalah sebagai berikut, nasi putih Rp11.000, dua jenis sayur Rp33.000, dan dua lauk Rp99.000.

Udaya merasa harga makanan tersebut terlalu mahal dan tidak sesuai dengan kualitas sepiring makanan yang didapatnya.

Mungkin bagi sebagian orang, total harga makanan mencapai Rp143.000 di bandara dianggap wajar dan tidak membebani kantong.

Namun, bagi orang yang tak biasa membeli makanan di dalam bandara, harga tersebut tentu dinilai terlalu mahal. Apalagi melihat isi makanan yang dipesan tidak terlalu spesial.

Lantas, adakah cara aman dan murah agar tetap bisa menikmati makanan enak saat sedang traveling?

Tips Menghindari Jebakan Harga Saat Traveling

Salah satu cara efektif agar tak terjebak harga makanan mahal saat traveling adalah membawa bekal makanan sendiri.

Dengan membawa bekal, kamu bisa menyesuaikan makanan yang akan dibawa dengan selera yang diinginkan. Hasilnya tentu kamu tidak perlu pusing dan takut akan dikenai harga mahal karena kamu tak perlu memesan makanan saat traveling.

Akan tetapi, banyaknya tempat kuliner di daerah yang dijadikan tujuan traveling membuat kita seringkali tergoda untuk mencobanya.

Apalagi dengan banyaknya tempat yang menyediakan makanan enak dengan harga terjangkau pasti membuat banyak orang malas repot-repot untuk menyiapkan dan membawa bekal saat traveling.

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau