Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Isti Yogiswandani
Penulis di Kompasiana

Kompasiana sendiri merupakan platform opini yang berdiri sejak tahun 2008. Siapapun bisa membuat dan menayangkan kontennya di Kompasiana.

10 Tips Agar Tak Terjebak Harga Makanan Mahal Saat Traveling

Kompas.com, 13 Mei 2023, 09:16 WIB

Konten ini merupakan kerja sama dengan Kompasiana, setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.com

Meski demikian, sebelum memutuskan untuk membeli makanan saat traveling, kita mesti memahami situasi, kondisi, dan harga makanan yang kita inginkan.

Caranya kita bisa bisa bertanya dan meminta daftar menu serta harga makanan yang terdapat di tempat yang akan kita tuju. Tidak perlu sungkan.

Ketika kita bertanya dan mendapat petunjuk soal daftar harga menu makanan di tempat tersebut, kita jadi bisa menimbang apakah harga makanan itu sesuai dengan yang kita inginkan.

Di sisi lain ketika kita sudah tahu harga makanan di tempat yang akan kita kunjungi namun kita menilai harganya terlalu tinggi, pilihan lain yang bisa kita lakukan adalah memilih dan mencari tempat lainnya dengan harga makanan yang kita anggap wajar.

Jika memutuskan untuk datang dan makan di suatu tempat tanpa lebih dulu menanyakan daftar harga, maka kita harus siap apabila harga makanan yang kita pesan dipatok dengan harga tinggi.

Hal ini juga saya pelajari saat mudik lebaran lalu. Di tempat-tempat makanan yang terdapat di rest area biasanya mematok harga yang lebih tinggi daripada di tempat lain yang berada di luar rest area.

Ketika saya membeli makanan ringan dan minuman di swalayan di rest area tersebut, harganya dua kali lipat dari harga yang terdapat di swalayan di luar rest area.

Langkah bijak yang bisa kita ambil adalah dengan membeli makanan ringan dan minuman sebelum masuk tol.

Selain rest area dalam tol, beberapa tempat yang biasa mematok harga tingi antara lain, bandara, stasiun dan di restoran kereta, restoran hotel, mal, dan lain sebagainya.

Faktor utama yang menyebabkan beberapa tempat tadi mematok harga tinggi adalah harga sewa tempat atau lapak yang juga tinggi.

Maka untuk mengimbangi harga sewa yang tinggi tersebut, penjual makanan di tempat-tempat tersebut akan menaikkan harga makanan yang ia jual.

Namun begitu, harga tinggi biasanya sesuai dengan penampilan dan pelayanan yang diberikan. Jadi hal seperti ini harus dimaklumi dan kita sendiri yang harus pandai menyesuaikan dengan kondisi.

Oleh karenanya, agar tak terjebak harga makanan yang terlalu tinggi saat sedang traveling ke suatu tempat, berikut 10 tips yang bisa kamu lakukan.

  1. Tetapkan standar budget untuk bisa menikmati sajian kuliner saat traveling ke tempat tujuan.
  2. Cari informasi dan ulasan selengkap-lengkapnya tentang lokasi kuliner yang akan kita datangi.
  3. Memilih restoran/tempat makan yang mencantumkan harga dengan jelas.
  4. Jangan malu untuk bertanya, apakah harga di daftar menu sudah sesuai kondisi sekarang. Sebab tak jarang ada pedagang makanan yang memberikan daftar harga yang sudah kedaluarsa.
  5. Pahami keterangan yang terdapat dalam daftar harga. Jika harga yang tercantum terlalu murah, kita mesti lebih waspada. Misalnya, harga satu menu ikan gurami sebesar Rp11.000/ons.Jika mendapati keterangan seperti ini di daftar harga menu, kita harus menanyakan kepada penjual berapakah ukuran ikan gurami yang akan disajikan nantinya. Apabila ikan gurami yang disajikan mencapai berat 1 kg, artinya harga menu tersebut adalah Rp110.000.
  6. Harus teliti, apakah nasi putih dihitung terpisah atau sudah termasuk dalam paket penjualan satu porsi makanan yang kita pesan.
  7. Pilih paket hemat jika bersama keluarga.
  8. Manfaatkan voucher promo yang biasanya terkirim dari restoran tertentu saat kita mengunjungi suatu tempat.
  9. Pilih menu yang sepaket seperti soto, bakso, mie, dll. Bukan menu terpisah seperti nasi, sayur, ayam, tahu, tempe, dan lauk lain yang mempunyai harga masing-masing.
  10. Jika restoran yang kita datangi ternyata mematok harga terlalu mahal untuk ukuran kantong kita, jangan malu untuk pindah tempat makan.

Dengan menerapkan 10 tips tadi, semoga kita bisa terhindar dari perasaan kecewa dan tertipu karena harga makanan yang terlalu tinggi ketika sedang traveling ke suatu tempat.

Konten ini merupakan opini/laporan buatan blogger dan telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "10 Tips Menghindari Jebakan Harga Kuliner Saat Traveling"

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:

Video Pilihan Video Lainnya >

Terkini Lainnya
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Ketika Kesibukan Tidak Lagi Cukup
Kata Netizen
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Ketika Liburan Usai, Mengubah Rasa Enggan Jadi Kesiapan
Kata Netizen
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Efisiensi BBM di Tengah Kemacetan Sekolah, Apa Solusinya?
Kata Netizen
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Potret Remaja Perempuan di Wilayah 3T
Kata Netizen
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Lulusan D3 dan Akses Beasiswa, Mengapa Masih Terbatas?
Kata Netizen
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Menjelajah Pasar Papringan Temanggung
Kata Netizen
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kisah di Balik Barang Kenangan, dari Koleksi Lama ke Ruang Baru
Kata Netizen
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Ruang Hijau yang Hilang, Kenyamanan yang Ikut Pergi
Kata Netizen
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Di Balik Kesederhanaannya, Tutug Oncom Simpan Gizi dan Tradisi
Kata Netizen
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Arus Urbanisasi Pascalebaran, antara Harapan dan Keterbatasan Desa
Kata Netizen
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
WFH dan Krisis BBM, Seberapa Efektif Menekan Konsumsi Energi?
Kata Netizen
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kisah Tumpukan Setrikaan saat Lebaran Usai
Kata Netizen
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
THR dan Realitas Finansial, Saatnya Lebih Jujur pada Diri Sendiri
Kata Netizen
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Jejak Rasa Sederhana, Kisah Pumpuk dari Belitung
Kata Netizen
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Ini Rasanya ke Negara Blok M Setelah Lebaran
Kata Netizen
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Terpopuler
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau